Mengenal Lerak, Alternatif Sabun Cuci Piring yang Ramah Lingkungan

oleh -125 kali dilihat
Anthurium termasuk tanaman dari keluarga Araceae. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron, keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.
Ilustrasi - Foto: Unsplash
Nurul Fayza Rahman

Klikhijau.com – Sabun cuci piring olahan pabrik terbuat dari bahan kimia sintesis.  Kandungannya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pada umumnya kandungan yang terdapat pada sabun ialah zat paraben, sodium sulfate, sodium laureth sulfate, dan deterjen.

Hal tersebut menjadikan air bilasan dari sabun tersebut berpotensi merusak sanitasi air, ekosistem biota yang hidup pada aliran air, serta dapat merusak kulit dan kesehatan tubuh.

Pada beberapa sabun deterjen untuk cuci piring juga terdapat kandungan microbeads (plastik). Microbeads jika masuk dalam tubuh biota laut dan dikonsumsi manusia akan berdampak pada fungsi kekebalan tubuh yang menurun.

Untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan pada tubuh, solusi terbaiknya adalah menggunakan bahan-bahan organik dan ramah lingkungan.

KLIK INI:  Qonitah Al Jundiah, Hijabers yang Berkomitmen Lahirkan Karya Ramah Lingkungan

Tanaman lerak atau nama ilmiahnya Sapindus Rarak De Candole merupakan salah satu tanaman yang dari dulu sudah dijadikan sebagai deterjen alami, baik itu untuk cuci piring ataupun keperluan  pembersih lainnya. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan sudah lama dikenal di Pulau Jawa untuk penggunaan mencuci kain batik.

Pohon lerak tumbuh pada ketinggian 450 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Tinggi pohon lerak dapat mencapai 10 hingga 45 meter. Buah lerak muda berwarna hijau dan menjadi hitam kecoklatan saat sudah matang. Buah lerak matang yang sering digunakan untuk pembuatan sabun.

Kandungan tanaman lerak

Terdapat kandungan saponin pada buah lerak. Sesuai dengan namanya, saponin berasal dari bahasa latin, yaitu Sapo yang berarti sabun. Saponin ini merupakan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman jenis sapindus.

KLIK INI:  Harapan Baru Pemulihan Hutan dan DAS itu Bernama Macadamia

Saponin termasuk dalam jenis alkaloid beracun yang dapat menghasilkan busa serta sebagai surfaktan alami. Kandungan inilah yang menghasilkan busa pada buah lerak sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun.

Terdapat sekitar 14-28% kandungan saponin yang terdapat pada satu buah lerak. Adapun sifat dari kandungan saponin ini ialah memiliki bentuk busa yang stabil dalam air, berasa pahit, serta dapat menstabilkan emulsi.

Selain saponin, lerak juga mengandung lendir serta aroma harum yang dapat digunakan sebagai pewangi alami pada piring ataupun untuk penggunaan lainnya.

Buah lerak juga berfungsi sebagai insektisida alami dan sebagai antiseptik pada kulit.

KLIK INI:  Tokek Spesies Baru Ditemukan Hidup di Gunung Berapi Terpencil
Cara penggunaan untuk sabun

Penggunaan lerak sebagai sabun sangat mudah. Sebelum digunakan buah lerak terlebih dahulu direbus selama 10 menit dalam air. Tujuan dari proses perebusan ialah agar buah dapat lepas dari biji lerak. Cairan yang telah diirebus dapat ditambahkan beberapa bahan tambahan untuk menambah aroma dan manfaat, salah satunya ialah bisa dengan menambahkan perasan jeruk nipis ataupun perasan lemon.

Selain direbus buah lerak juga dapat cukup direndam semalaman hingga buah lerak menjadi lunak dan mengeluarkan busa. Setelah menghasilkan banyak busa, cairan dari buah lerak dimasukkan ke dalam wadah untuk penggunaan yang lama.

KLIK INI:  Maleo, Burung Langka yang Paling Setia Pada Pasangannya dan 6 Fakta Unik Tentangnya

Buah lerak yang sudah direbus masih dapat digunakan untuk penggunaan lain jika masih menghasilkan busa. Jika busa dari buah lerak sudah habis dapat digunakan untuk pembuatan kompos.

Saat ini persebaran dan pertumbuhan buah lerak tidak begitu banyak karena masyarakat sudah beralih pada sabun produk kimia sehingga pembubidayaan buah lerak jadi kurang.

Setelah mengetahui manfaat dari tanaman lerak, sudah saatnya kita beralih kembali pada penggunaan produk organik atau back to nature.

KLIK INI:  Tentang Tanaman Tebu, Jenis, dan Nilai Ritualnya