Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya

Klikhijau.com – Tanaman tomat tergolong rentan diserang hama. Padahal, budidaya tomat sangat diperlukan karena buahnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Buah tomat bahkan menjadi buah sayur yan...

Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Tanaman tomat tergolong rentan diserang hama. Padahal, budidaya tomat sangat diperlukan karena buahnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Buah tomat bahkan menjadi buah sayur yang wajib ada di dapur setiap harinya.

Bagi kamu yang tertarik menanam tomat di halaman rumah, tentu perlu memahami hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman tomat. Hama paling sering menyerang tomat adalah Kutu kebul.

Hama jenis ini sangat berbahaya bahkan berpotensi membuat tanaman tomat layu sebelum berkembang.

Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius) atau Hemiptera Aleyrodidae adalah jenis hama yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Cuaca panas dan kering sangat mendukung perkembangan kutu kebul, sedangkan hujan lebat yang intens akan mengurangi populasi hama kutu kebul.

Serangga jenis ini terbilang sangat aktif di siang hari dan hidup merajalela di permukaan daun bagian bawah pada malam hari.

Ciri fisik Kutu kebul dan cara kerjanya

Kutu kebul dewasa tubuhnya lunak menyerupai ngengat. Pada sayapnya ditutupi dengan lilin bertepung dengan warna kuning terang. Sayapnya dibentangkan di atas tubuhnya laksana tenda. Ukuran serangga jantan sedikit lebih kecil dari serangga betina. Kutu kebul dewasa dapat hidup selama satu sampai tiga minggu.

[caption id="attachment_23735" align="alignnone" width="750"]hama kutu kebul Hama kutu kebul - Foto/Kompas.com[/caption]

Bila bertelur, ia akan meletakkan telur-telurnya di dekat pembuluh di bawah permukaan daun tomat. Menariknya, hama ini terbilang dapat berpopulasi dalam waktu sangat cepat yakni sebanyak 300 telur. Ukuran telurnya kecil-kecil sekitar 0,25 mm berbentuk buah pir dan melekat di permukaan daun.

Telur akan berada di pemukaan daun selama 3 – 5 hari selama musim panas dan 5 – 33 hari di musim dingin. Bila sudah menetas, larva tersebut akan bergerak pada permukaan daun untuk kemudian menemukan lokasi makan yang tepat.

Bila sudah menemukan lokasi makan, serangga ini akan menusukkan bagian mulutnya dan mengisap cairan tanaman melalui jaringan floem. Nimfa instar pertama berbentuk bulat telur, pipih dan berwarna kuning kehijauan. Lalu, nimfa instar berikutnya tidak bertungkai dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2