Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya

Klikhijau.com – Tanaman tomat tergolong rentan diserang hama. Padahal, budidaya tomat sangat diperlukan karena buahnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Buah tomat bahkan menjadi buah sayur yan...

Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya
Bacakan Artikel

Gejala kerusakan

Bila hama kutu kebul menyerang tanaman tomat, ia akan mengisap cairan tanaman dan mengurangi vigor tanaman. Bila tanaman tomat sudah terinfeksi berat, tanaman akan menguning dan layu.

Bila populasinya semakin massif pada permukaan daun, bisa berdampak pada pengurangan efisiensi fotosintesis tanaman. Akibatnya, pertumbuhan tanaman tomat bisa terhambat, helaian daun menggulung ke atas, ukuran daun mengecil , kaku dan lainnya.

Pada tahap lebih akut, gejala yang ditimbulkan antara lain daun menguning sepanjang tepid an klorosis diantara tulang daun (kuning). Sementara bunga-bunga tanaman menjadi layu dan terkulai dan buah tomat berkurang bahkan tidak mengeluarkan buah. Bila buah telanjut tumbuh, umumnya mengecil dan tidak layak jual akibat serangan hama ini.

Cara mengatasinya

Lalu bagaimana cara mengatasi infeksi dari hama kutu kebul pada tanaman tomat? Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pilih varietas bibit tomat terbaik. Pilihlah varietas bibit tomat terbaik yang tahan virus Tomat kuning virus daun keriting atau TYLCV. Misalnya varietas dari India Selatan ‘Sankranthi’, ‘Nandi’ dan ‘Vybhav’.

  2. Buanglah sisa tanaman tomat yang masih ada setelah panen dan pastikan melakukan penanaman bibit baru bersamaan.

  3. Bersihkan lahan dari inang dan gulma. Jika bibit tomat disemaikan di area tersebut, tutuplah tempat persemaian bibit atau kotak persemaian dengan jaring serangga.

  4. Pakai perangkap perekat kuning di daerah persemaian bibit sebanyak 1-2 perangkap untuk menjebak kutu kebul.

  5. Gunakan nimba dan imidakloprid dapat pula disemprotkan ke tanah untuk mengendalikan kutu kebul di persemaian bibit tomat.

  6. Tanamlah tanaman pembatas yang tinggi seperti jagung, sorgum untuk mengurangi infeksi kutu kebul.

  7. Lakukan penyemprotan pestisida atau biopestisida yang tepat, namun jangan terus menerus agar hama tidak resisten.


Demikianlah perkenalan dengan hama kutu kebul, cara kerja dan bagaimana mengatasinya agar tanaman tobat terbebas dari sengatannya. Selamat menanam, semoga bermanfaat!

*Sumber

- http:bit.Iy/2bcY7wg 

- Buku “Meraup Untung dengan Berkebun Tomat” (Khoirul Anwar). Penerbit Palapa. 2016.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2