Mengapa Narasi Lingkungan Selalu Absen dalam Kontestai Politik?

Klikhijau.com - Seberapa krusial isu lingkungan menjadi topik spesial dalam kontestasi politik kita? Pertanyaan ini akhirnya terjawab dengan sendirinya, pasca berbagai momentum kontestasi politik berl...

Mengapa Narasi Lingkungan Selalu Absen dalam Kontestai Politik?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Seberapa krusial isu lingkungan menjadi topik spesial dalam kontestasi politik kita? Pertanyaan ini akhirnya terjawab dengan sendirinya, pasca berbagai momentum kontestasi politik berlalu.

Lihat saja bagaimana debat kandidat Calon Gubernur/Bupati/Walikota yang tidak menjadikan narasi lingkungan sebagai isu fundamental.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan visi dan misi para kandidat politik. Umumnya mereka memakai jargon isu ekonomi, bahkan pertarungan gagasan politik cenderung tidak produktif dan terjebak pada politik identitas.

Padahal, ada masalah serius yang dihadapi kepemimpinan politik di semua level  (pusat dan daerah) yakni pengelolaan sumber daya alam yang kerapkali mengabaikan dimensi ekologis.

Pada saat yang sama, kita sedang menghadapi masalah klasik antara lain beban sampah, masalah tata ruang, konflik agraria, dan lainnya.

Dua aspek masalah itu agaknya tidak seksi dalam perdebatan politik. Isu-isu politik yang mendapat atensi di ruang publik agaknya terkonsentrasi pada isu ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Beberapa survei politik memang menunjukkan bahwa sikap politik (political engagement) masyarakat senantiasa berhubungan dengan masalah-masalah kebutuhan dasar itu.

Narasi inilah yang dikelola oleh politikus dalam bentuk visi-misi dan program untuk dijual dalam kontestasi. Kesimpulannya, isu-isu lingkungan belum punya nilai jual tinggi dalam political marketing.

Saat isu lingkungan tak seksi dalam kampanye

Hal ini terkonfirmasi pada temuan riset Centre for Strategic Studies (CSIS) di bulan April jelang Pemilu 2019 lalu. Pertama, dalam visi misi partai politik sangat minim menyebutkan soal lingkungan. Kedua, dalam menentukan pilihan, masyarakat cenderung tak jadikan isu lingkungan hidup sebagai alasan memilih partai politik  maupun pasangan capres-cawapres. Ketiga, terdapat 57,19 % responden menyatakan bahwa kinerja pemerintahan di sektor lingkungan hidup berhasil, sementara 33,98 % menyatakan kurang berhasil.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2