Mengaji dengan Nuansa Hijau di Rumah Tahfiz Alam KP2K Desa Kindang

Klikhijau.com – Suasana hijau akan menyelimuti saat mengunjungi Rumah Tahfiz Alam KP2K. Rumah tahfiz itu di bangun di tengah sawah sehingga jika padi sedang tumbuh suasana hijau akan sangat terasa....

Mengaji dengan Nuansa Hijau di Rumah Tahfiz Alam KP2K Desa Kindang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Suasana hijau akan menyelimuti saat mengunjungi Rumah Tahfiz Alam KP2K. Rumah tahfiz itu di bangun di tengah sawah sehingga jika padi sedang tumbuh suasana hijau akan sangat terasa.

Bangunannya tidak terlalu luas, yakni 4,5 meter dan panjangnya 5,5 meter. Dibangun di atas sawah yang diwakafkan oleh seorang pemuda bernama Faizal. Ia merupakan salah satu pengurus Komunitas Pelajar dan Pemuda Kindang (KP2K). Bangunannya  semi permanen. Dibangun dengan dana yang pas-pasan yang berasal dari donasi

Rumah tahfiz itu terletak di Dusun Mattirodeceng, Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Bulukumba. Dinamai Rumah Tahfiz Alam KP2K karena dibangun di tengah sawah oleh KP2K.

Selain itu, suasana belajarnya juga akan lebih banyak bersentuhan dengan alam. Jadi, para santri  akan menikmati suasana alam saat menghafal dan belajar mengaji.

“Tidak hanya menghafal Al Qur,an, tapi juga santri akan belajar baca tulis Al Qur,an dan kreativitas lainnya yang bernuansa alam,” ungkap Faizal.

Saat ini, rumah tahfiz yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 27 Maret 2020 itu telah memiliki santri sekitar 20 orang.

“Telah banyak yang datang belajar, perhari 15 sampai 20 orang, namun yang paten baru 10 orang yang diajar oleh dua orang guru,” tambah faizal.

Faizal juga menjelaskan jika dua orang guru mengaji tersebut mengajar dengan suka rela. Itu karena dana yang dimiliki KP2K masih minim.

Ke depannya, santri tidak hanya mengaji, menghafal Al Qur,an dan baca tulis, tapi akan ada kreasi untuk menunjang biaya operasional Rumah Tahfiz Alam KP2K.

“Kami rencana manfaatkan pematang sawah untuk ditanami sayuran dan jagung, penanaman itu bisa dilakukan oleh para santri. Jadi mereka juga belajar memanfaatkan alam dan mencintainya,” lanjutnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2