Mengais Rupiah dari Budidaya Belatung

Klikhijau.com - Mendengar kata belatung mengingatkan kita pada sesuatu hal yang berhubungan dengan sampah dan kotoran. Karena itu, banyak dari kita yang cenderung untuk menghindari hewan yang satu ini...

Mengais Rupiah dari Budidaya Belatung
Bacakan Artikel

[irp]

Prospek cerah sampah organik

Rendria melihat proses pemanfaatan sampah organik di Indonesia belum maksimal. Sebagian besar produk dari sampah organik hanya dijadikan sebagai kompos atau pupuk yang menggunakan bantuan mikroorganisme.

Hal ini menurutnya akan memakan waktu yang cukup lama sehingga pengolahan sampah organik menjadi kurang efektif.

Berbeda dengan produk pakan ternak miliknya yang menggunakan bantuan makroorganisme jenis larva lalat BSF. Lalat jenis ini mampu menghasilkan beberapa kilogram larva siap panen dalam setiap telurnya.

Proses perkembangbiakan anakan larva membutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk tumbuh besar dan siap dikeringkan.

Untuk itu, Rendria berharap kedepannya perusahaan miliknya mampu menjadi bagian dari penyelesaian masalah lingkungan yang mendera dunia, khususnya masalah sampah dan protein hewani. Pakan ternak yang dihasilkan dari larva BST dengan kandungan protein yang besar akan membantu proses pengembangbiakan ternak lebih cepat.

โ€œKami yakin bahwa magalarva bisa menjadi part of solution dari dua masalah, yaitu pertama permasalahan sampah, kita bisa mengeleminasi sampah dengan menggunakan teknologi ini (BSF). Kedua, masalah kekurangan protein di masa depan, kita menggantikan protein yang sekarang digunakan atau industrinya itu kurang sustainable secara enviromental,โ€ tutur Rendria.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: