Melihat Keindahan Tana Toraja dari Kete’ Kesu

Klikhijau.com - Tana Toraja menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat populer di Sulawesi Selatan. Selain karena keindahan alamnya yang lestari, Tana Toraja juga dikenal dengan budayanya yang kaya...

Melihat Keindahan Tana Toraja dari Kete’ Kesu
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tana Toraja menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat populer di Sulawesi Selatan. Selain karena keindahan alamnya yang lestari, Tana Toraja juga dikenal dengan budayanya yang kaya akan ritus dan benda-benda kebudayaan setempat yang begitu khas.

Karena ini pula, ribuan wisatawan mancanegara mengunjungi daerah ini setiap tahunnya.

Mengunjungi Tana Toraja rasanya kurang afdol apabila tak menyempatkan diri mendatangi Desa Kete’ Kesu. Kawasan budaya Kete’ Kesu berada di Makale, Tana Toraja. Daerah ini berjarak 300 kilometer dari Kota Makassar, dapat ditempuh dengan berkendara jalur darat selama kurang lebih 7-8 jam.

Dari Kota Makassar sendiri, ada banyak bus pariwisata yang mengangkut penumpang menuju Tana Toraja. Jikalau pengunjung turun di pusat kota Makale, perjalanan dapat diteruskan menggunakan kendaraan umum seperti mobil angkutan dan ojek.  Jarak Kete’Kesu dari pusat Kota Makale hanya 19 kilometer atau sekitar 30 menit saja.

Kete’ Kesu terkenal dengan beberapa tempat wisata budaya khas Toraja. Di sana pengunjung dapat menikmati bersantai di halaman rumah panggung Tongkonan yang menjadi ikon wisata sekaligus rumah adat Sulawesi Selatan.

Selain itu, Kete’ Kesu terkenal sebagai tempat kawasan perkuburan tua dimana tengkorak-tengkorak manusia bergelantungan di dinding-dinding tebing. Kebayang bagaimana rasanya bersentuhan langsung dengan tulang belulang manusia berumur ratusan tahun.

Mengunjungi kawasan wisata ini bisa dibilang cukup mudah dan terjangkau. Pengunjung hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp. 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 15.000 untuk wisatawan mancanegara. Dari pos masuk, para pengunjung mesti berjalan kaki beberapa meter untuk dapat bersentuhan langsung dengan rumah Tongkonan.

Di ujung jalan yang mendaki, nampak puluhan rumah Tongkonan berjajar rapi saling hadap-hadapan. Rumah Tongkonan terkenal dengan estetika pahatannya di dinding kayu bangunan ini yang membentuk pola-pola tersendiri.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: