Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja

oleh -2.438 kali dilihat
Otentik, 7 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja
Seorang bule meminum ballo-tuak dari wadah bambu di Toraja-Foto/Obed Lery

Klikhijau.com – Setiap daerah memiliki tanaman khas yang tumbuh lestari karena menjadi bagian dari budaya lokal. Kearifan lokal (local wisdom) dalam masyarakat membuat tanaman tersebut terjaga. Di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan yang dikenal memiliki budaya yang kental dan terawat, dijumpai pula sejumlah tanaman yang otentik.

Suku Toraja menjadikan tanaman dan pepohonan tertentu sebagai unsur penting dalam kehidupan sosial, pesta adat maupun ritus keagamaan. Berikut 6 diantaranya, tanaman yang berhubungan erat dengan budaya Toraja yang menarik diketahui.

  1. Bambu
bambu di Toraja
Hutan bambu-foto/pixabay

Bambu di Toraja memiliki manfaat penting bagi kehidupan dan kebudayaan lokal. Terdapat lima jenis bambu di Toraja antara lain: pattung (Dendrocalamus asper), parring (Gigantchloa atroviolacea), tallang (Schvzostachyum brachycladum), ao’ (Bambusa vulgaris) dan bulo.

Pattung merupakan jenis bambu dengan diameter paling besar, sedangkan bulo adalah jenis dengan ukuran paling kecil. Jenis pattung dan parring digunakan suku Toraja dalam jumlah yang banyak untuk ritus penguburan. Juga dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan pondok atau rumah sederhana.

KLIK INI:  Ini Jenis Burung yang Dinyatakan Telah Punah atau Mendekati Kepunahan

Jenis bambu ao dimanfaatkan masyarakat Toraja untuk pagar dan tali pengikat karena karakternya yang cepat tumbuh. Sedangkan bulo digunakan untuk alat musik yakni pembuatan suling. Sementara jenis tallang, yang teksturnya ringan dimanfaatkan sebagai media memasak lemang, daging, nasi bumbu dan sayuran.

Bambu di Toraja sudah menjadi tanaman multiguna yang melengkapi kebutuhan masyarakat. ada kebiasaan orang Toraja menanam bambu mengelilingi rumah tongkonan. Hal ini membuat bambu di Toraja tumbuh subur, meski pelestariannya kini tidak sebaik puluhan tahun silam akibat pemakaian yang lebih massif. Namun, tidak diikuti dengan pelestarian yang berimbang.

  1. Nangka
Nangkada, Ani Yudhoyono dan Kenangan Terindah di Kete Kesu
Pohon nangkada/foto-antarafoto.com

Almarhum ibu negara, Ani Yudhoyono pernah berkunjung ke Toraja dan menanam pohon nangkada, jenis nangka varian terbaru. Di Toraja, nangka (Artocarpus heterophyllus)  ditanam warga di mana-mana terutama di kebun-kebun.

Daging muda buah nangka dimasak sebagai sayuran dan kalau buahnya sudah masak dapat dikonsumsi dengan rasa khas dan manis. Sedangkan kayunya dimanfaatkan menjadi bagian dari budaya yakni digunakan sebagai bahan patung orang yang sudah meninggal. Patung (tau-tau) yang dipajang di depan pintu kuburan seperti di objek wisata Lemo atau Londa, bahan bakunya dari pohon nangka.

Mereka menggunakan kayu nangka karena warna kayu yang otentik, tidak dimakan bubuk dan memiliki struktur yang halus. Serta kelihatan indah setelah dihaluskan.

KLIK INI:  Kisah Seorang Pendeta yang Gelisah Jika Tak Bawa Pohon Saat Pergi Melayani
  1. Aren
Otentik, 7 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja
Pohon Aren-Foto/NusantaraNews

Pohon aren (Arenga pinnata) tumbuh melimpah di banyak daerah di Sulawesi Selatan terutama di Toraja. Pohon aren tergolong tanaman multiguna, mulai dari akar, batang, daun, bunga hingga buahnya. Pohon aren berkaitan erat dengan budaya Toraja yakni air nira (ballo-tuak)  yang diperoleh dari tangkai bunga tanaman aren.

Setiap kali ada pesta perkawinan dan hajatan lainnya, minum ballo di Toraja seolah melengkapinya. Minuman beralkohol ini seolah menjadi bagian  penting dari setiap pesta. Itulah sebabnya, air nira di Toraja lebih banyak dikonsumsi ketimbang diolah menjadi gula aren.

  1. Kopi
Warga Uluway, Tana Toraja Wajib Tanam Minimal 100 Bibit Kopi Jika Ingin Menikah
Ilustrasi memetik kopi/foto- kopichannel.blogspot.com

Bila berkunjung ke Toraja, Anda akan selalu disuguhi kopi Toraja. Ada dua jenis kopi di Toraja yakni kopi arabika dan kopi robusta. Pohon kopi di Toraja sudah berkembang sejak lama, jauh sebelum harga kopi melambung tinggi seperti sekarang. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan orang Toraja menyeruput kopi dalam suasana daerahnya yang memang dingin.

Minum kopi di Toraja telah menjadi bagian dari pergaulan. Tak ada perjamuan tanpa kopi. Makanya dikenal istilah “denreka kopi?” (adakah kopi?). Merek kopi Toraja saat ini bahkan sudah mendunia, sedangkan pelestariannya terjaga karena menjadi bagian dari budaya lokal.

KLIK INI:  Tanam Kelor, Lebih Bagus Biji atau Batangnya?
  1. Sengon
Kayu Sengon, Andalan Baru Masyarakat Pulang Pisau
Bibit kayu sengon/foto-ist

Nama latinnya Albizia shinensis, kayu sengon bagi masyarakat Toraja lebih akrab disebut ‘kayu solo’ untuk jenis yang berwarna merah. Sedangkan untuk jenis yang berwarna putih dinamai ‘kayu belanda’.

Kayu satu ini digunakan masyarakat Toraja pada bangunan lumbung padi yang berjejer di halaman rumah tinggal. Sengon warna merah digunakan sebagai tulang penyangga bangunan dan yang berwarna putih digunakan sebagai dinding karena struktur kayunya yang lembek.

Masyarakat Toraja memanfaatkan kayu sengon karena tidak dimakan bubuk sehingga dapat tahan lama.

  1. Cemara gunung
cemara gunung di Toraja
Kayu cemara gunung-Foto/IndonesiaEagle

Bila melintas dari Kota Makale menuju kota Rantepao Anda akan menjumpai pemandangan pohon cemara di kiri kanan jalan. Di Toraja, jenis pohon cemara gunung (Casuarina junghuniana) dijadikan pohon multiguna. Selain sebagai kayu bakar juga dijadikan pohon pelindung yang memiliki kualitas energi tinggi.

Masyarakat Toraja memanfaatkannya saat upacara pesta adat yang membutuhkan banyak kegiatan masak-memasak. Cemara gunung dapat tumbuh tinggi mencapai 30 meter dan tidak mengganggu tanaman lain di sekitarnya. Kayunya juga dimanfaatkan untuk konstruksi tulang bangunan pada rumah-rumah panggung di Toraja.

Ini hanya sebagian dari tanaman yang lestari di Toraja karena berkaitan dengan budaya dan tradisi di sana. Selain ini tentu masih banyak lagi, semoga tetap lestari!

KLIK INI:  Di Balik Warna Terangnya, Ini 7 Filosofi Bunga Matahari