Mengais Rupiah dari Budidaya Belatung

Klikhijau.com - Mendengar kata belatung mengingatkan kita pada sesuatu hal yang berhubungan dengan sampah dan kotoran. Karena itu, banyak dari kita yang cenderung untuk menghindari hewan yang satu ini...

Mengais Rupiah dari Budidaya Belatung
Bacakan Artikel

[irp]

Rendria mencontohkan masalah sampah di Ibukota Jakarta yang setiap harinya kian menumpuk. Jumlah sampah di ibukota setiap harinya mencapai 7.000 ton sampah campuran.

Jika dikalkulasikan, 60% dari total sampah ibukota setiap hari berjumlah 4.200 ton sampah organik, yang sebenarnya dapat diselamatkan melalui inovasi budidaya larva miliknya.

Setiap harinya, Magalarva mampu mengelola 6 ton sampah organik menjadi makanan larva. Tumpukan sampah yang terkumpul di gudang sederhana miliknya sebelum diproses, terlebih dahulu digiling menjadi bubur untuk menjadi makanan bagi larva lalat BSF.

Bubur sampah organik ini disimpan dalam kandang larva yang berbentuk box berukuran kurang lebih 1 meter persegi. Larva dari lalat BSF dipilih karena kandungan protein dalam larva yang besar untuk dijadikan pakan ternak, yang merupakan salah satu produk dari magalarva.

โ€œMagalarva itu sumber dari protein yang sustainable yang bisa digunakan untuk bahan baku pakan ternak dan diproduksinya menggunakan bantuan teknologi. Spesies serangga yang dibudidayakan yaitu black soldier fly (BSF). BSF ini memang dikenal bisa merubah sampah organik untuk menjadi makanan mereka dan mereka itu tumbuh untuk bisa memiliki protein yang sangat tinggi,โ€ sambung CEO Magalarva.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: