Menanam Jasoke, Cara Antisipasi Krisis Pangan di Manggarai Timur

oleh -85 kali dilihat
Menanam Jasoke, Cara Antisipasi Krisis Pangan di Manggarai Timur
Bupati Manggarai Timur, NTT, Panen Simbolis Sorgum ddi kebun contoh milik Paroki St. Petrus dan Paulus Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Jumat 1 Juli 2022. Foto Istimewa

Klikhijau.com – Tahun ini Pemerintah daerah Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) fokus menanam jagung, sorgum, dan kedelai (Jasoke).

Jasoke menjadi prioritas utama, karena saat ini di Kabupaten Manggarai Timur sedang mengalamai krisis pangan. Oleh karena itu dirinya meminta agar masyarakat bergerak bersama, untuk tujuan yang sama, yaitu menanam jagung, sorgum dan kedelai.

Hal itu disampaikan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas saat melakukan panen raya pangan lokal sorgum, secara simbolis di kebun contoh milik Paroki St. Petrus dan Paulus Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Jumat 1 Juli 2022.

Politisi PAN itu menegaskan, sorgum di Manggarai Timur, sudah menjadi pangan alternatif, maka itu perlu dikembangkan.

Pengembangan Sorgum di Matim

Agas Andrea mengatakan, pada tahun 2022, luas lahan jagung dikembangkan menjadi 50.000 hektare, sorgum akan dikembangkan menjadi 400 hektare, sedangkan kedelai 1000 hektare.

Ia memaparkan, lokasi tanaman jagung, sorgum dan kedelai tahun 2022, menyebar di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai Timur dan lebih banyak di wilayah dataran rendah yang memiliki suhu sedang dan panas.

KLIK INI:  Air Sungai Batahan Berbau Menyengat Akibat Tercemar Limbah Kelapa Sawit?

“Jasoke ini, sebagai pangan alternatif dalam rangka untuk penanganan stunting dan gizi buruk serta penyakit diabetes, persoalan kerawanan pangan, persoalan ekonomi dan persoalan perubahan iklim,” tegasnya.

“Sejak tahun 2019 Pemda Manggarai Timur sudah tiga kali melakukan panen Sorgum dengan jumlah panen yang besar,” ungkap Agas menambahkan.

Pada kesempatan itu, ia juga menympaikan bahwa di Manggarai Timur ada kecamatan yang bahkan sudah mendapat sertifikat organik untuk tanaman Sorgum. “Semoga semua tanaman pangan lokal yang ada di Maanggarai Timur lainya mempunya sertifikat organik, sehingga bumi terawat dengan baik dan tidak dicemari oleh saat-saat kimia,” harap Agas.

Ia mejelaskan, petani sorgum dikabupaten yang dipimpinnya memiliki sertifikat organik, tepatnya di Bea Muring. Agas berharap semua wilayah matim menggunakan pupuk organik. “Jadi bumi kita bisa terawat dengan baik dan mungkin pengunaan pupuk kimia selama ini juga, sebagai penyebab dari perubahan iklim, jadi ya mari kita pakai yang organik saja,” harapnya.

KLIK INI:  'Lonto Leok' Dialog Tiga Pilar Menuju Kelestarian Hutan Di Matim, NTT

Sebagian Besar Tanaman Pangan Sorgum di NTT Organik

Pada tempat yang sama Direktur Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Rony Megawanto menjelaskan, sebagian besar tanaman pangan sorgum yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur itu organik, karena tidak menggunakan pupuk kimia.

“KEHATI sangat berkomitmen untuk pengembangan pangan lokal, terutama di Flores termasuk di Kabupaten Manggarai Timur,” ujarnya.

Dikatakanya, pangan lokal itu sesuatu yang sangat penting bagi Indonesia. karena Indonesia dianugerahi oleh alam keanekaragaman pangan yang sangat tinggi, dan salah satunya sorgum,” kata Rony.

Melalui budidaya sorgum organik, lanjutnya, masyarakat memiliki kesempatan untuk menambah aktivitas di bidang pertanian sekaligus menambah penghasilan lewat bercocok tanam sorgum.

Sementara itu, mewakili Keuskupan Ruteng, Vikjen Alfonsius Segar, Pr mengatakan, keuskupan sangat mendukung untuk mengembangkan tanaman lokal yang ada di Manggarai Timur.

KLIK INI:  9 Fakta Unik Tanaman Jagung yang Jarang Terekspos

“Kami sangat mendukung program Pemda Matim, yang selalu mengedepankan tanaman organik yang menjami kesehatan,” ujar Romo Alfons.

Kegiatan ini didukung juga oleh Lembaga Swadaya masyarkat baik tingkat lokal maupun tingkat nasional seperti Yayasan KEHATI Jakarta, ICBB-AB2TI dan LSM Ayo Indonesia.

Panen raya pangan lokal sorgum tersebut dengan tema: “Membangun Sinergisitas Multipihak dalam Pengembangan Pangan Lokal yang Adaptif Ekologis dan Inklusif’

Luas lahan yang menjadi tempat panen raya sorgum itu sebesar 4 hektare. Panen raya sorgum itu dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.

KLIK INI:  Pemuda Ini Menanam Sorgum demi Mengembangkan Pangan Alternatif