Berulang Tahun ke-31, Perumda Tirta Komodo Tanam Pohon di Manggarai  

oleh -39 kali dilihat
Berulang Tahun ke-31, Perumda Tirta Komodo Tanam Pohon di Manggarai  
Bupati Manggarai Heribertus G.L Nabit ketika menanam poho di sekitar mata air wae Poang - Foto: Ist

Klikhijau.com – Mari Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata, merupakan tema kegiatan penanaman pohon dalam rangka HUT ke-31 Perusahan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lokasi kegiatan tanam pohon bertempat di Wae Pong, kelurahan Waso, kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai, NTT, Rabu (13/4/2022).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 Wita itu dihadiri oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, Perwakilan Pengadilan, Kejaksaan, Pokres Manggarai, Kodim 1612 Manggarai, BKSDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kanis Nahak, Direktur Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirmam, mahasiswa UKI Santu Paulus Ruteng, Pelajar dari SMAK, SMPK Fransiskus Ruteng, Mahasiswa STIE Karya Ruteng dan masyarakat sekitar mata air Wae Poang.

Bupati Manggarai, Heribertus G.L Nabit mengapresiasi kegiatan penanaman pohon di mata air Wae Pong. Ia mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-31 kepada keluarga besar Perumda Tirta Komodo.

Bupati Manggarai itu berharap di HUT ke-31 Perumda Tirta Komodo terus berkarya untuk  melayani dan memenuhi kebutuhan akan air bagi masayarakat Manggarai.

KLIK INI:  Kapus P3E Suma KLHK Masuk Top 6 Anugerah ASN Teladan 2021

Menurutnya, program penanaman pohon harus terus dilakukan untuk menjaga keasrian lingkungan dan mejaga debet mata air.

“Penanaman pohon harus terus digencarkan baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, LSM, TNI, Polri, Kejaksaan maupun oleh masyarakat,” ungkapnya.

Politisi partai PDI Perjuangan itu melanjutkan, program penghijauan dan atau penanaman pohon harus menjadi gerakan bersama, untuk kepentingan bersama.

“Mari wariskan mata air, bukan air mata untuk cucu kita,” ujarnya.

Dikatakannya, orang Manggarai melihat bumi dan alam sebagai ibu. Merawat bumi dan menjaga kelestarian alam berarti merawat ibu.

“Ibu yang melahirkan, merawat, membesarkan kita, mari merawat ibu, merawat alam agar air selalu mengalir untuk hidup kita. Dengan merawat alam kita dijauhkan dari ancaman bencana alam,” imbuhnya.

KLIK INI:  Tanam Kelor, Lebih Bagus Biji atau Batangnya?

Selanjutnya, kata dia, kerjasama semua pihak sangat penting untuk mendukung kelestarian alam dan keutuhan ciptaan.

“Menanam pohon adalah cara kita berdamai dan berlaku adil terhadap alam. Perdamaian, keadilan dan keutuhan ciptaan harus menjadi semangat dan gerakan bersama,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Perumda Tirta Komodo, Marsel Sudirman mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga alam dan melestarikan lingkungan di sekitar mata air Wae Pong yang berkualitas bagi warga kota Ruteng.

Ia menjelaskan, total pelanggan PDAM Tirta Komodo Ruteng adalah 31.000 pelanggan. Sementara target pemasangan meteran untuk pelanggan baru dengan kategori subsidi (MBR) di tahun 2022 ditagertkan sebanyak 3250 sambungan rumah. Sedangakan untuk kategori regular (non subsidi) ditargetkan sebanyak 100 sambungan rumah, sedangkan program bantuan meteran Subsidi tahun 2021 untuk Kabupaten Manggarai sebanyak 1840 sambungan rumah.

KLIK INI:  Air Sungai Batahan Berbau Menyengat Akibat Tercemar Limbah Kelapa Sawit?

Purnawirawan TNI AD itu menegaskan, pihaknya akan menginventarisir mata air yang ada di kabupaten Manggarai.

“Akan diupayakan agar penanaman pohon bukan hanya di Wae Poang, tetapi selanjutnya akan dilaksanakan di tempat lain,” ungkapnya.

Menurutnya, penanaman pohon harus gencar dilakukan mengatisipasi perubahan iklim global. Debet mata air harus terus dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Program ke depan, 1 mata air akan ditanami 1000 pohon. Demi menjaga kelestarian alam dan debet air,” tutupnya.

KLIK INI:  Rehabilitasi DAS Beri Manfaat Nyata kepada Masyarakat