Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah

Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah   aku baru saja mengantar ibu ke kebun tempat segala mimpinya tumbuh bertumbuh pohon-pohon kopi tanpa buah menyambut lesu, ibu terdiam, ditatapinya pohon...

Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah
Bacakan Artikel

Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah


 

aku baru saja mengantar ibu ke kebun
tempat segala mimpinya tumbuh bertumbuh

pohon-pohon kopi tanpa buah menyambut lesu,
ibu terdiam, ditatapinya pohon kopi itu
buah kopi telah lama menghilang
tepat sejak kemarau lupa berkunjung

gulma tumbuh subur, sergapi kopi di kebun ibu
dua atau tiga ekor lintah darat mendarat di kulit
darah menetes basahi tanah

tanah bisa menerima semua yang ditumpahkan,
segala yang ditanam, seluruh yang dibuang

senyum ibu menghilang, lenyap ditelan pohon kopi tiada buah itu

hujan kini lebih bersetia berkunjung dari kemarau
penanda musim hilang tiada bekas
tetua mulai sakit kepala

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: