Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik

Klikhijau.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Iduladha sangat identik dengan kantong plastik. Yah, daging kurban yang didistribusikan seolah tak bisa menghindar dari pemakaian...

Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Iduladha sangat identik dengan kantong plastik. Yah, daging kurban yang didistribusikan seolah tak bisa menghindar dari pemakaian kresek.

Meski di sejumlah tempat sudah mulai kreatif dengan memakai wadah khusus, daun pisang atau daun jati, namun yang memakai kantung plastik jumlahnya masih jauh lebih besar.

Padahal, kresek tempat daging tersebut hanya akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau terbuang bebas jadi sampah lautan. Volume sampah plastik pun meningkat tajam dan mengancam lingkungan.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, plastik mungkin dianggap kemasan yang lebih aman. Terlepas dari sini, masyarakat Indonesia sepertinya sudah terbiasa memakai kantong plastik dalam membungkus daging. Harganya yang lebih murah membuat kantong kresek awet digunakan.

Pada saat yang sama, masyarakat masih memiliki pengetahuan rendah tentang cara memperlakukan sampah plastik dan media alternatif yang bisa dimanfaatkan.

Belum lagi, masih rendahnya aktivitas daur ulang kantong kresek dalam masyarakat. Kresek bahkan menjadi jenis sampah yang tidak prioritas harganya di bank sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri telah mengeluarkan surat edaran SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha Tanpa Sampah kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Himbauan tersebut diperuntukkan kepada setiap kepala daerah agar mengajak warganya dapat menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

Kolaborasi

Tahun ini, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK), Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa dan Belantara Foundation berinisiatif membuat gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik.

Gerakan ini merupakan kampanye untuk mendidik masyarakat agar dapat beralih ke kemasan alternatif yang ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

Melalui gerakan ini diharapkan volume sampah, khususnya sampah plastik bisa diantisipasi lonjakannya saat momen Iduladha.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2