Kurang Tidur Merampas Kebahagiaan dan Menumbuhkan Kecemasan?

Klikhijau.com โ€“ Kurang tidur dapat mengundang berbagai penyakit. Bukan hanya membuat tubuh terasa lelah dan lemas, tetapi juga dapat mengurangi daya konsentrasi kita. Karena itu, untuk membuat tubu...

Kurang Tidur Merampas Kebahagiaan dan Menumbuhkan Kecemasan?
Bacakan Artikel

โ€œPenelitian menemukan bahwa lebih dari 30 persen orang dewasa dan hingga 90 persen remaja tidak mendapatkan cukup tidur,โ€ kata Cara Palmer, PhD

Palmer adalah memimpin penelitian tersebut yang berasal dari Montana State University. Menurutnya, dalam masyarakat kita yang sebagian besar kurang tidur, mengukur dampak kurang tidur terhadap emosi sangat penting untuk meningkatkan kesehatan psikologis.

[irp]

โ€œStudi ini mewakili sintesis paling komprehensif dari penelitian eksperimental tentang tidur dan emosi hingga saat ini, dan memberikan bukti kuat bahwa periode terjaga yang diperpanjang, durasi tidur yang lebih pendek, dan terbangun di malam hari berdampak buruk pada fungsi emosional manusia,โ€ ungkapnya.

ย Menganalisis data dari 154 penelitian

Dalam penelitian tersebut, Palmer dan rekan-rekannya, termasuk salah satu penulis utama Joanne Bower, PhD, dari East Anglia University, menganalisis data dari 154 penelitian selama lima dekade, dengan total peserta 5.715.

Para peneliti mengganggu tidur partisipan selama satu malam atau lebih. Dalam beberapa percobaan, peserta tetap terjaga untuk waktu yang lama.

Di negara lain, mereka diperbolehkan tidur lebih pendek dari biasanya, dan di negara lain mereka dibangunkan secara berkala sepanjang malam.

Setiap penelitian juga mengukur setidaknya satu variabel yang berhubungan dengan emosi setelah manipulasi tidur, seperti suasana hati peserta yang dilaporkan sendiri, respons mereka terhadap rangsangan emosional, dan ukuran gejala depresi dan kecemasan.

[irp]

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa ketiga jenis kurang tidur mengakibatkan lebih sedikit emosi positif seperti kegembiraan, kebahagiaan dan kepuasan di antara peserta. Tidak hanya itu, juga ada peningkatan gejala kecemasan seperti detak jantung yang cepat dan peningkatan rasa khawatir.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: