Kiriman Sampah Daratan ke Laut Semakin Massif, KLHK: Perlu Partisipasi Multi Pihak

oleh -149 kali dilihat
Kiriman Sampah Daratan ke Laut Semakin Massif, KLHK Perlu Partisipasi Multi Pihak
Sampah kiriman di Pantai Mandala Ria , Bulukumba/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Untuk mengatasi persoalan pencemaran pesisir dan laut,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelenggarakan kegiatan aksi bersih pantai. Aksi tersebut lebih dikenal dengan Coastal Clean Up (CCU) sejak tahun 2015.

CCU merupakan gerakan yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha yang peduli terhadap kelestarian pesisir dan laut. Kegiatan itu memberikan kesempatan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berpartisipasi dalam kampanye pengendalian pencemaran pesisir dan laut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan laut.

Dari hasil aksi bersih pantai yang dilaksanakan KLHK bersama mitra terkait di 21 lokasi. Hasilnya  tahun 2017-2019 telah berhasil mengurangi sampah laut sebanyak 38,5 ton dengan peserta yang terlibat sebanyak 15.000 orang.

KLIK INI:  9 Negara Bahas Perlindungan Laut dari Polusi dan Sampah Plastik di Bali

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, M.R. Karliansyah, pada kegiatan CCU yang diselengarakan di Pantai Karang Tumpeng, Pantai Panimbang dan Pantai Labuan, Banten, 28 Juni 2019 menyampaikan bahwa sumber pencemaran sampah laut, sekitar 80% berasal dari kegiatan di daratan, bersumber dari kegiatan di wilayah pesisir dan dari aliran sungai yang bermuara di pesisir dan laut.

Aksi Bersih Pantai di Pandeglang ini dilaksanakan dalam rangka mengendalikan pencemaran pesisir dan laut, terutama yang bersumber dari sampah laut.

Hasil survei pemantauan sampah laut Direktorat Jenderal PPKL di tahun 2017 dan 2018 di 18 Kabupaten/Kota, termasuk di Pandeglang, menunjukkan rata-rata timbulan sampah laut sebesar 106,38 gram per meter persegi.

Komposisi sampah laut di Pandeglang didominasi oleh kayu (47,63%), plastik (11,38%), dan sisanya dari bahan lainnya seperti kaca dan keramik logam, busa plastik, kain, karet, kertas dan kardus.

Kiriman sampah daratan

Sumber pencemaran pesisir dan laut tersebut tidak saja bersumber dari daratan, namun terdapat juga yang bersumber dari lautan.

KLIK INI:  Komunitas Laut Biru dan 5 Pesan Cinta untuk Kelestarian Kawasan Pesisir

Sampah plastik di lautan misalnya sekitar 20% berasal dari sektor pelayaran dan perikanan. Namun, 80% berasal dari daratan. Sampah plastik di lautan yang berasal dari darat bersumber dari aliran sungai yang bermuara di laut dan kawasan pesisir, dimana wilayah pesisir Indonesia mencakup 50% areal daratan dengan tingkat populasi 70% tinggal di wilayah ini.

Persoalan pencemaran pesisir dan laut telah menimbulkan berbagai persoalan yang kompleks dan mengancam keanekaragaman kehidupan laut dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut, Pemerintah Indonesia dalam berbagai forum internasional telah menyatakan komitmen untuk mengurangi sampah plastik di laut sampai dengan 70% pada 2025.

Aksi untuk mencapai komitmen tersebut akan dilakukan melalui 4 (empat) strategi yaitu: (1) peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan; (2) pengelolaan sampah plastik teresterial; (3) pengelolaan sampah plastik di pesisir dan laut; serta (4) mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, penegakan hukum, dan penelitian dan pengembangan.

KLIK INI:  Lestarikan Lingkungan Pesisir dan Laut, KLHK Gelar Aksi Bersih Pantai di Cirebon

Kegiatan CCU di Pandeglang dan Labuan kali ini dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Peduli Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang.

Peserta CCU sekitar 500 orang yang berasal instansi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. CCU di Pantai Karang Tumpeng dilakukan pada tanggal 28 Juni 2019 dan terkumpul sampah sebanyak 512 kg yang terdiri atas 93 kg sampah anorganik dan 419 kg sampah organik.

CCU di Pantai Panimbang dan Pantai Labuan dilakukan pada tanggal 29 Juni 2019. Kegiatan di Pandeglang ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2019 yang diperingati tiap tanggal lima Juni.

KLIK INI:  Bagi Siti, Penyelamatan Ekosistem Danau Sangat Urgen