Kebun Bersama, Ide Keren Komunitas Pemuda di Gantarang Usung Wisata Edukasi

Klikhijau.com - Kebun Bersama yang berlokasi di Desa Bontosunggu, Kecamatan  Gantarang, Kabupaten Bulukumba merupakan kebun semi modern yang dikelolah komunitas pemuda setempat yang menamai kelompokny...

Kebun Bersama, Ide Keren Komunitas Pemuda di Gantarang Usung Wisata Edukasi
Bacakan Artikel
Anjar S. Masiga

Pegiat Lingkungan. Ia Aktif di Komunitas Kolaborasi Biru

Klikhijau.com - Kebun Bersama yang berlokasi di Desa Bontosunggu, Kecamatan  Gantarang, Kabupaten Bulukumba merupakan kebun semi modern yang dikelolah komunitas pemuda setempat yang menamai kelompoknya “Bari’ Cilampa”. Hanya berjarak kurang lebih  6 km dari pusat perkotaan, dapat ditempuh dengan bersepeda saja.

“Kami melihat ini sangat potensial untuk dijadikan  wisata alternatif yang konsen pada edukasi tentang lingkungan,” ujarnya Muhammad Harisah, pengelola Kebun Bersama, Senin, 27 Desember 2021.

Kebun bersama awalnya hanya sebidang tanah yang lama terbengkalai. Lahan itu ditumbuhi rimbunan bambu yang tumbuh subur. Posisinya bersebelahan dengan sawah, hanya dibatasi aliran sungai.

Di awal masa pandemi, banyak pemuda yang kehilangan aktivitas seperti biasanya termasuk pelajar yang tidak lagi ke sekolah. Untuk memanfaatkan waktu yang lowong, Harisah mengajak mereka untuk menggarap lahan terbengkalai itu.

Ajakan Harisah tentu saja tak bersambut baik awalnya. Namun setelah menejelaskan konsep yang ingin diterapkan, beberapa memilih untuk merintis bersama. Pengerjaan dimulai dari pembersihan, pemagaran dari bambu, penataan, penanaman, hingga pemeliharaan. Pemanfaatannya kini mulai nampak.

“Kami sudah beberapa kali membuat kegiatan disini mengajak kelompok pemuda lainnya. Beberapa kali juga menginap, yah ala-ala camping ground,”  katanya.

Rencana ke depan

Ke depan, Kebun Bersama akan dijadikan lokasi camp yang sasarannya untuk remaja dan pemuda yang punya waktu singkat berlibur tanpa haarus menempuh perjalanan jauh. Peserta akan belajar menanam dan mengenal manfaatnya, juga dapat membuat media tanam sendiri dan juga pengolaan sampah.

“Kita membuatnya bertahap dan ke depan akan banyak lagi yang kami siapkan,” lanjutnya.

Ide pengelolaan Kebun Bersama tak luput dari pemanfaatan momen musim menanam yang banyak digandrungi kaum wanita. Pada penggarapannya di awal Mei 2020 Kebun Bersama banyak bergerak pada penjualan media tanam yang dibuat khusus dari berbagai komponen campuran.

Dalam pembuatan media tanam organik, kelompok pemuda itu memanfaaatkan bahan-bahan yang mudah dijumpai di desa. Media tanam yang diklaim bisa menyuburkan tanaman itu hasil olahan dari tanah humus, pupuk kandang, pupuk kompos, sekam mentah, dan arang sekam.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2