Panduan Fermentasi Sekam Padi untuk Media Tanam Berkualitas

oleh -3.200 kali dilihat
Panduan Fermentasi Sekam Padi untuk Media Tanam Berkualitas
Ilustrasi sekam padi - Foto/Kampustani.com

Klikhijau.com – Pernahkah Anda berjalan-jalan ke penjual tanaman dan melihat aneka media tanam yang dijajal pula, mulai dari kompos, kerikil, hingga sekam padi mentah?

Yah, media tanam seperti ini dibutuhkan bila Anda memilih menanam dalam pot karena ruang tanam di rumah terbatas. Sekam padi mentah harganya cukup murah, bahkan di kampung-kampung, sekam padi bisa didapat secara gratis.

Sekam padi mentah biasa dicampurkan pada media tanam lainnya seperti kompos, dan tanah kebun. Lalu, apa bedanya sekam padi mentah dengan fermentasi sekam?

Bedanya adalah sekam padi mentah masih murni atau belum diolah, sedangkan fermentasi sekam padi telah diolah atau difermentasi terlebih dahulu. Hal ini membuat fermentasi sekam padi tidak terlalu populer, disamping memerlukan cara khusus mengolahnya.

KLIK INI:  Gerakan Perempuan Menanam Perkuat Ketahanan Pangan
Apa kelebihan fermentasi sekam?

Pertanyaannya adalah untuk apa melakukan proses fermentasi pada sekam padi mentah?

Fermentasi pada sekam padi tentu ada tujuan dan kelebihan istimewanya. Sekadar diketahui, sekam padi mentah yang belum difermentasi sebetulnya sangat berisiko bila digunakan langsung sebagai campuran media tanam.

Diantaranya akan bermunculan benih padi yang bertumbuh dalam pot. Ini adalah sisa-sia benih yang sebetulnya telah menjadi gulma dan mengganggu tanaman yang dikembangkan.

Bila ini terjadi, maka ada peluang tanaman diserang jamur atau cendawan di area pot. Terlebih bila media tanam dalam kondisi lembab akibat penyiraman berlebih.

Ini jelas merugikan sebab jamur cenderung bersifat saprofit atau bahkan parasit, yang memicu terjadinya pembusukan akar.

Sementara, pada media tanam yang terlampau padat dapat meningkatkan suhu di bagian akar tanaman. Suhu yang naik juga akan menyebabkan busuk akar bahkan busuk batang bawah pada tanaman.

KLIK INI:  Tertarik Menanam Kunyit dalam Pot? Begini Caranya!

Nah, untuk menghindari dampak buruk pada penggunaan sekam padi mentah tersebut maka diperlukan pengolahan terlebih dahulu melalui fermentasi.

Panduan fermentasi sekam mentah

Bagaimana cara dan proses fermentasi sekam padi mentah? Simak penjelasannya berikut ini:

Bahan dan alat yang diperlukan:
  1. Sekam padi mentah
  2. EM4 pertanian
  3. Air bersih
  4. Plastik ukuran 10 kg atau ukuran lebih besar
Tiga Tahap pembuatan

Langkah Pertama: Campur EM4 Pertanian sebanyak 30 ml atau sekira 3 tutup botol ke dalam 5 liter air. Aduk hingga merata dan benar-benar tercampur sempurna. Larutan EM4 berfungsi sebagai dekomposer dalam mempercepat proses fermentasi.

Langkah kedua: Masukkan sekam mentah ke dalam plastik hingga ¼ bagian. Siram menggunakan larutan EM4 hingga rata, tambahkan lagi ¼ bagian sekam padi kemudian siram kembali hingga merata. Lakukan tahapan ini hingga plastik hampir penuh kemudian ikat plastik sampai benar-benar rapat.

Langkah ketiga: Diamkan selama 1 bulan hingga sekam mentah hasil fermentasi benar-benar siap digunakan. Adapun ciri khusus sekam fermentasi yang sudah layak digunakan antara lain warnanya lebih gelap, ringan, kering dan tekstur lebih halus.

Demikian panduan sederhana membuat fermentasi sekam, selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

*Sumber: Kampustani.com, SentraTani dan Channel Youtube Zhi 26

KLIK INI:  5 Cara Sederhana Persemaian dan Tanam Porang dengan Bulbil