Jamaluddin Daeng Abu, Edukasi Petani di Kanreapia Gowa dari Rumah Koran

Klikhijau.com - Namanya Jamaluddin Daeng Abu, pria kelahiran Desa Kanreapia Kabupaten Gowa ini mulai terpanggil pulang kampung sejak menyelesaikan studi sarjana di Universitas Bosowa Makassar tahun 20...

Jamaluddin Daeng Abu, Edukasi Petani di Kanreapia Gowa dari Rumah Koran
Bacakan Artikel
Anis Kurniawan

Penulis, Editor in Chief Klikhijau

“Informasi dan pengetahuan harus masuk ke desa agar warganya bisa lebih maju,” harapnya.

Pada awalnya, rumah koran adalah kandang bebek. Jamal meminta kandang tersebut dari orang tuanya untuk dialihfungsikan sebagai rumah koran.Dari rumah koran inilah anak-anak dan warga ternyata tertarik untuk membaca dan berdiskusi. Jamal pun membuat ragam kegiatan di rumah koran antara lain belajar mengaji, berdiskusi hingga menggelar sekolah alam.

[irp]

“Target kita ada tiga, pertama anak-anak petani, pemuda tani dan petani tua. Setiap kategori ini punya sentuhan masing-masing dalam memberi edukasi,” ungkap alumni Magister Manajemen Universitas Musim Indonesia ini.

Secara periodik, Jamal pun memperbaharui tempelan koran di rumah koran. Hal ini dilakukan agar selalu ada hal baru yang dibaca masyarakat dan anak-anak.

“Buktinya, anak-anak dan orang-orang tua ternyata tertarik membaca koran yang ditempel di dinding. Apalagi kalau ada gambar-gambarnya. Dari sini saya lebih mudah untuk mengajak mereka memahamkan bahwa informasi itu sangat penting,” tuturnya.

Pemuda yang hobi menulis dan mengajak sarjana dari desanya ini pulang kampung juga bergerak langsung dalam mengedukasi petani. Ia mengajak dan meyakinkan petani untuk lebih produktif dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Ia juga mengajak para petani untuk berderma melalui program berbagi sayur. Walhasil, setiap bulannya, Jamal sukses memediasi derma sayur petani di desanya untuk dibagikan ke ratusan panti asuhan dan keluarga kurang mampu di Makassar dan Sungguminasa.

Aksi berbagi sayur ini telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Poinnya adalah bagaimana petani memiliki atensi untuk berbagi kepada sesama.

“Sedekah sampah adalah upaya kami mengajak petani terbiasa berbagi pada yang lain,” katanya.

Berkat aksi dan ide-idenya yang terus berkembang sejumlah penghargaan telah didapatkannya. Antara lain penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi 2017 dari Bupati Gowa, Penghargaan Satu Indonesia 2017 dari Astra Internasional, HKTI Innovation Award 2018 oleh HKTI, Penghargaan Kampung Iklim 2020 dari KLHK dan sederet penghargaan lainnya.

Jamal kini juga sibuk menghadiri undangan dari banyak kalangan sebagai motivator dan sebagai duta Petani Milenial Kementerian Pertanian.

Sejak tahun 2014 hingga kini, Jamal telah aktif dalam berbagai kegiatan pemulihan lingkungan antara lain bersih - bersih sungai, pengenalan jenis-jenis tumbuhan di sungai kepada anak-anak petani, menyiapkan lahan penghijauan, menjaga mata air, membuat embung pertanian, penerapan pertanian organik, adaptasi pembuatan bibit oleh petani dan lainnya.

Terus bergerak Bung Jamal, panjang umur perjuangan!

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2