Jadi Cover Depan Vogue, Greta Thunberg Kritik 'Greenwashing' Industri Fesyen

Klikhijau.com - Laporan iklim terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) setebal 42 halaman dan dikenal dengan nama Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan memberikan peringatan tajam; beberap...

Jadi Cover Depan Vogue, Greta Thunberg Kritik 'Greenwashing' Industri Fesyen
Bacakan Artikel

Perusahaan fesyen beroperasi dengan meningkatkan penggunaan bahan organickdan daur ulang. Mereka memang turut mengurangi jejak karbon, dan mengumpulkan pakaian untuk didaur ulang.

Namun, upaya ini belum mencapai skala, sementara kritik menyatakan masalah terbesarnya adalah volume pakaian yang diproduksi saban hari, dan volume ini tak menurun.

Dalam story cover, Greta Thunberg mengungkapkan bahwa ia belum membali pakaian apa pun dalam tiga tahun, dan hal terakhir yang ia beli adalah barang bekas. Ia memilih untuk meminjam barang dari orang yang ia kenal. Namun, ia juga menjelaskan bahwa perubahan konsumsi individu tak akan memenuhi kebutuhan utama saat ini.

Dalam wawancaranya dengan Vogue, ia menyatakan bahwa konsumen yang membeli fast fashion telah mendorong proses yang berbahaya. Ia memahami pembeli yang membeli produk fesyen karena mereka ingin bisa mengekspresikan diri dan identitas mereka.

“Anda tidak dapat memproduksi fesyen secara massal dan menjadi konsumen yang sustain jika menyebabkan dunia seperti ini. Itulah salah satu alasan mengapa kita membutuhkan perubahan pada sistem,” lanjut Greta di utas Twitternya.

Perubahan sistem kemungkinan menjadi satu-satunya hal yang dapat mengurangi laju krisis yang diuraikan dalam laporan terbaru IPCC, yang menemukan fakta bahwa tersebab emisi karbon, suhu global kemungkinan akan meningkat lebih dari 1,5 celcius di atas tingkat praindustri.

Batasan tersebut merupakan sebuah tonggak sejarah yang diteken Perjanjian Iklim Paris 2015, yang berupaya menciptakan consensus global untuk memerangi perubahan iklim dalam 10-20 tahun ke depan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: