Jadi Cover Depan Vogue, Greta Thunberg Kritik 'Greenwashing' Industri Fesyen

Klikhijau.com - Laporan iklim terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) setebal 42 halaman dan dikenal dengan nama Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan memberikan peringatan tajam; beberap...

Jadi Cover Depan Vogue, Greta Thunberg Kritik 'Greenwashing' Industri Fesyen
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Laporan iklim terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) setebal 42 halaman dan dikenal dengan nama Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan memberikan peringatan tajam; beberapa bencana iklim tak dapat terelakkan, dan itu datang lebih cepat dari yang kita kira.

Namun, laporan yang dirilis pada senin, 9 Agustus 2021 ini mengeluarkan pesan ‘harapan’ bahwa masih ada waktu untuk mencegah laju krisis iklim, jika kita mengambil tindakan sekarang.

Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Greta Thunberg, aktivis lingkungan berusia 18 tahun, dan yang kali pertama menjadi bintang sampul Vogue Scandinavia Minggu, 8 Agustus 2021. Ia juga menyerukan persoalan krisis iklim dan merespons laporan IPCC teranyar di media sosial

“Terserah kita berani dan mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah yang tergambar jelas dalam laporan ini,” tutur Greta.

“Kita masih bisa menghindari risiko terburuk, tetapi itu tidak akan bisa tercapai jika kita terus seperti ini, tak menganggap krisis ini sebagai krisis,” lanjutnya.

Greta Thunberg terus membunyikan alarm krisis yang kian hari kian darurat ini di pelbagai platform yang memungkinkan, termasuknya Vogue, di mana Greta membahas bagaimana mode fesyen berkontribusi terhadap lingkungan dan krisis iklim.

“Industri fesyen merupakan penyumbang besar bagi keadaan darurat iklim dan ekologi. Belum lagi dampaknya terhadap pekerja dan komunitas di dunia yang tak terhitung banyaknya telah dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan beberapa orang yang menikmati fast fashion yang oleh mereka dianggap sebagai barang sekali pakai,” ungkap Greta.

Greta juga mengkritik tentang daya tarik greenwashing. Greenwashing merupakan sebentuk strategi marketing perusahaan yang berusaha tampil bertanggung jawab secara socsal sambil mempertahankan kebijakan lingkungan yang (senyatanya) di belakang layar berbahaya.

Greta menunjukkan fenomena trend dari industri fesyen yang mengklaim perusahaannya sebagai merek yang sustainable atau berkelanjutan. Namun faktanya produksi pakaian massal terus memiliki dampak ekologis yang buruk.

Semisal penggunaan air yang berlebihan, serat mikroplastik yang menjadi limbah dan bisa merusak ekosistem, dan berakhirnya pakaian di tempat pembuangan sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2