Ingat! Masker Bekas Itu Sampah Medis, Jangan Buang Sembarangan!

Klikhijau.com โ€“ Dalam beberapa hari terakhir, angka pemakaian masker di Indonesia meningkat tajam seiring penyebaran Covid-19. Akibatnya, harga masker juga naik bahkan disinyalir telah memicu inflasi....

Ingat! Masker Bekas Itu Sampah Medis, Jangan Buang Sembarangan!
Bacakan Artikel

Hal yang sama ditegaskan Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Profesor di Fakultas Kedokteranย  UI, dr. Ari Fahrial Syam. Dilansir Suara.com, dr. Ari mengatakan, sampah masker termasuk kategori sampah medis. Karenanya, sangat tidak boleh dibuang sembarangan.

โ€œHarus dibuang pada tempat sampah yang tepat setelah digunakan. Sedih saya di CFD Sudirman Jakarta kemarin saya menemukan masker bekas di pinggir jalan,โ€ kata dr. Ari (suara.com, 10 Maret 2020).

[irp]

Lalu bagaimana memperlakukannya?

Dilansir di laman ADUPI, Jessica Hanafi, Life Cycle Assessment Expert dari Life Cycle Indonesia menyatakan, peningkatan volume sampah masker terjadi seiring frekuensi penggunaan yang naik drastis. Karenanya, kata Jessica, diperlukan tata cara khusus penanganan jenis sampah satu ini karena tergolong limbah B3.

Jessica menjelaskan, setelah menggunakan masker, masyarakat harus membuangnya di tempat sampah khusus B3. Hal itu, karena masker bekas pakai mengandung kuman atau virus yang harus mati dengan cara dibakar atau diinsinerasi untuk memutus rantai penularannya.

โ€œHanya penanganan Limbah B3 , di lingkungan kita belum ada. Saya sendiri bingung kemana harus buang sampah kategori B3, seperti batu baterai dan kabel-kabel bekas yang sampai sekarang saya kumpulin dan nggak tahu mau dibuang kemana,โ€ kata Jessica.

Menurut dia, opsi terbaik untuk menangani sampah B3 adalah dengan cara diinsinerasi, dimusnahkan sebagai residu. Dan, pemusnahannya pun harus di tempat khusus, bukan di TPA. Kalau di industri sudah ada tata kelola limbah B3, tapi di lingkungan masyarakat belum ada.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: