Hari Anak Nasional, Penting Mengajak Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini

Klikhijau.com – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23  Juli. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19. Tetapi, pesannya tetap sama ya...

Hari Anak Nasional, Penting Mengajak Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23  Juli. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19. Tetapi, pesannya tetap sama yakni komitmen melindungi anak agar dapat tumbuh maksimal.

Hari anak juga penting dilihat dalam kacamata keberlanjutan bumi. Seperti dibahas Klikhijau sebelumnya, perubahan iklim dan ragam bencana ekologis lainnya ternyata berdampak pada masa depan anak.

Generasi saat ini telah mewariskan sejumlah masalah serius seperti bahaya sampah yang semakin parah, pencemaran lingkungan, pembalakan liar, eksploitasi satwa dan banyak lagi.

Dampaknya sudah mulai terasa saat ini diantaranya yang paling mencemaskan adalah kemunculan penyakit zoonosis, banjir hingga naiknya suhu bumi.

Oleh sebab itu, kesadaran kolektif harus dimulai yakni dengan mengubah paradigma dalam mengelola sumber daya, termasuk dalam menjalankan aktivitas keseharian. Di sinilah, korelasi antara isu keberlanjutan dan bagaimana edukasi lingkungan dibangun pada anak sejak dini.

Anak-anak saat ini harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Mereka harus memiliki minset menjaga kelestarian lingkungan agar seluruh aktivitas maupun cara mereka mengambil keputusan di kemudian hari tak merusak lingkungan.

Pertanyaannya, apakah pendidikan lingkungan pada anak sudah berjalan? Di negara-negara maju dengan tingkat kedisiplinan tinggi seperti di Jepang mungkin saja, iya. Di Indonesia, pendidikan lingkungan pada anak masih jadi pekerjaan rumah.

Di ruang formal (sekolah), anak-anak memang intens diedukasi agar peduli pada lingkungan. Tapi, begitu keluar dari sekolah, mereka akan bertemu kenyataan berbeda. Karenanya, rumah adalah ruang edukasi perdana yang harus diciptakan, lingkungan kondusif di luarnya mengikut setelahnya.

Keteladanan dari rumah

Model pendidikan lingkungan secara formal rupanya belum menjadi suatu budaya. Masalahnya, anak-anak kita tidak semuanya terlahir dari keluarga yang sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Faktanya, pendidikan lingkungan harus dimulai dari rumah. Keteladanan pada hal-hal kecil misalnya bagaimana memperlakukan sampah, budaya menanam pohon dan lainnya sejatinya telah bertumbuh sejak di rumah. Orang tua tentu punya tanggungjawab akan hal ini.

Budhi Hermanto, aktivis anak mengatakan, anak-anak harus dilibatkan sejak dini melalui pendidikan lingkungan. Budi mencontohkan, anak-anak kita harus tahu dan paham mengapa kita harus menjaga hutan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2