Hari Anak Nasional, Penting Mengajak Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini

Klikhijau.com – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23  Juli. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19. Tetapi, pesannya tetap sama ya...

Hari Anak Nasional, Penting Mengajak Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini
Bacakan Artikel

“Orang tua bisa mendidik anaknya dalam bentuk sederhana misalnya dengan mengajak menanam pohon,” kata Budi.

Di situ ada andil besar orang tua dan pendidikan informal di rumah. “Anak-anakku, jaga hutan dan lingkungan kita,” pesan Budi melalui Klikhijau, Kamis 23 Juli 2020.

Ruang ramah anak

Hal serupa dituturkan Dermawan Denassa, Founder Rumah Hijau Denassa, orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam kepedulian terhadap lingkungan.

“Orang dewasa jangan lagi menjadi penyebab perilaku yang bisa menyebabkan bencana. Anak-anak tetap menjadi bagian warga paling rentan menjadi korban ketika bencana terjadi. Korban terbesar adalah trauma, menjadi pengungsi atau kehilangan orang terkasih,” kata Denassa sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Denassa menegaskan perlunya komitmen bersama untuk melindungi hak anak. Anak berhak punya ruang yang nyaman dan aman, makanan sehat dan bergizi juga akses pangan yang beragam.

“Mari saling peduli untuk menjadikan semua bagian dalam negeri kita layak bagi anak-anak kita. Selamat Hari Anak Nasional 2020!” tutur Denassa.

Alifiah Nurul Qalbi (17) dari Forum Anak Makassar (FAM) juga mengakui betapa pentingnya pendidikan lingkungan bagi anak. Keluarga dan lingkungan sangat berperan penting, kata Alifiah.

“Pembentukan karakter anak dimulai dari pendidikan keluarga. Namun, lingkungan tempat anak bergaul juga sangat penting.  Saya secara pribadi banyak belajar dari teman yang memang terlahir dari keluarga yang misalnya punya jiwa sosial dan kepedulian,” cerita Alifiah.

Menurut anak yang baru tamat SMK ini, anak-anak Indonesia harus memiliki kepedulian lingkungan sejak dini. “Anak-anak harus terus menjaga dan melestarikan lingkungan hingga ia dewasa nanti. Itu bisa dilakukan jika dibiasakan sejak usia dini,” katanya.

Di komunitas FAM misalnya beragam aktivitas dilakukan untuk peduli pada lingkungan. Diantaranya ada program PETUAH (Peduli Tumbuhan dan Anak-Anak). “Program itu mengajak anak-anak menanam dan menggambar tumbuhan sambil bermain,” cerita Alifiah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2