Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan

Klikhijau.com - "Gigi adalah episentrum kehidupan manusia" kata Profesor Hamdan Juhanis (Rektor UIN Alauddin Makassar) dalam sebuah diskusi. Ini adalah kosakata yang teramat menggelitik bagi saya G...

Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan
Bacakan Artikel

[irp]

Oleh karena itu menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak semata mata menjadi tanggung jawab dokter gigi, tapi jauh daripada itu hakikatnya adalah tugas masing-masing individu untuk memahami bahwa tiga puluh dua gigi dewasa yang ada dalam mulut, lidah dan semua jaringan mukosa dalam mulut adalah tanggung jawab masing-masing.

Selain mendiskusikan perihal gigi sebagai episentrum kehidupan, Prof.Hamdan memberi pesan kepada kita semua bahwa wabah pandemi covid 19 selain memberikan banyak dampak negatif, di luar dari itu sesungguhnya telah memberikan dampak positif.

Stay At Home dan Work From Home ternyata berhasil mengembalikan banyak hal yang telah hilang dari diri kita selama ini. Dalam suasana bulan Ramadhan ini kepala keluarga akhirnya bisa kembali menjadi imam dalam ibadah sholat di rumah. Bisa berkumpul dan saling bercengkerama, kesibukan-kesibukan yang selama ini membentuk jarak satu sama lain kini telah terbentuk kembali.

Hal ini seolah-olah memberikan pesan kepada umat manusia untuk kembali merenung, bermunajat. Juga memastikan kembali bahwa eksistensi umat manusia pada hakikatnya adalah ketundukan. Segala sesuatu yang maha hebat di dunia ini sungguh hanyalah ketakberdayaan.

Pesan lain yang tersampaikan kepada kami bahwa menjadi dokter gigi tidaklah mudah. Selain menguasai bidang ilmunya seorang dokter dituntut untuk menjadi penyejuk jiwa bagi pasien-pasienya.

Dokter yang murah senyum tentu menjadi obat khusus bagi pasien selain obat dan perawatan yang diberikan terkait dengan penyakitnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: