Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan

Klikhijau.com - "Gigi adalah episentrum kehidupan manusia" kata Profesor Hamdan Juhanis (Rektor UIN Alauddin Makassar) dalam sebuah diskusi. Ini adalah kosakata yang teramat menggelitik bagi saya G...

Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan
Bacakan Artikel

Untuk mengembalikan fungsi-fungsi rongga mulut secara optimal, hal yang mesti dilakukan adalah mengembalikan struktur anatomi yang hilang tadi, dengan cara apa? Yaitu dengan perawatan rehabilitatif seperti pembuatan gigi tiruan.

Penting untuk diketahui, gigi tiruan ciptaan manusia sejatinya tidak akan pernah bisa menyerupai gigi yang asli. Fungsi-fungsi gigi tiruan tentu tidak bisa mengembalikan sensasi taktil jaringan periodontal atau jaringan ikat yang di dalamnya terdapat sensasi saraf dan kerja pembuluh darah. Gigi tiruan memiliki keterbatasan fisiologis ketika digunakan oleh seseorang.

[irp]

Itulah sebabnya mempertahankan kondisi gigi dan mulut agar tetap utuh dan sehat jauh lebih bermanfaat dibanding menganggap hal tersebut biasa saja atau bahkan kurang penting. Kesehatan tubuh kita perlu dijaga sebagai suatu kesatuan yang terintegrasi.

Kesehatan gigi dan eksistensi diri

Gigi dan mulut dianggapย  sebagai struktur anatomi fisiologi manusia yang paling dekat dengan seluruh aktifitas manusia sekaligus sebagai gambaran umum Personal Hygiene seseorang.

Mulai dari fungsi mengunyah, aktivitas bicara dan komunikasi. Juga aktivitas menelan, mengecap, bernafas, hingga tentang estetika penampilan kerap menjadikan kesehatan gigi sebagai prioritas yang diperhatikan.

Kondisi gigi dan mulut yang sehat bagi seseorang biasanya memberikan cerminan sejauh mana setiap orang memperhatikan kesehatan dirinya yang paling mendasar, dengan demikian perhatian terhadap kesehatan gigi cenderung memberikan jaminan bahwa orang tersebut akan lebih perhatian terhadap kesehatan dirinya secara umum

Filosofi tentang gigi ini memberikan pemaknaan yang dalam terhadap sejauh mana setiap individu memahami bahwa menjaga kesehatan gigi sejatinya adalah bagian dari ikhtiar manusia untuk mempertahankan eksistensinya. Baik sebagai individu yang atonom, maupun sebagai mahluk sosial yang terikat satu sama yang lain.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: