Lewati ke konten
Klik Hijau
  • 22/04/2026
  • Pencarian
  • Home
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Youtube
    • RSS
  • Berita Lingkungan
    • Aktivitas
    • Literasi Lingkungan
    • Ekonomi Hijau
    • Cek Fakta
  • Ecofenomena
  • Kolom
  • Inspirasi hijau
  • Tips Hijau dan Gaya Hidup
    • Pangan Lokal dan Kuliner
  • Kolaborasi Berdampak
  • Flora dan fauna
  • Urban Farming
    • Tanaman Hias dan Herbal
  • Sastra Hijau
    • Buku
  • Pangan Lokal dan Kuliner
  • Olahraga dan Kesehatan
  • Wisata Alam
  • Ragam
  • Daftar Regulasi LHK
Home » Berita Lingkungan » Dukung Sekolah Adiwiyata, 2 Kepala Daerah Asal Sulsel Terima Penghargaan dari Menteri LHK

Dukung Sekolah Adiwiyata, 2 Kepala Daerah Asal Sulsel Terima Penghargaan dari Menteri LHK

27/08/202427/08/2024oleh Redaksi-32 kali dilihat
Pemberian penghargaan kepada 13 kepala daerah oleh Menteri LHK-foto/Ist
  • About
  • Latest Posts
Redaksi
Redaksi
Ditulis oleh Tim Redaksi Klikhijau.com
Redaksi
Latest posts by Redaksi (see all)
  • Kali Tebu Disesaki Mikroplastik, Ecoton Ajak Stop Buang Sampah Plastik ke Sungai - 21/04/2026
  • Selundupkan Satwa Liar, WNA TiongkokSiap Disidangkan - 20/04/2026
  • Bisa Menjadi Sumber Pupuk, Urin Manusia dapat Menyelamatkan Dunia Pertanian - 19/04/2026

Klikhijau.com –  Pada Festival LIKE-2, tepatnya di acara KLHK Appreciation Night. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya memberikan arahan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada 13  kepala daerah.

Ke-13 kepala daerah tersebut diganjar penghargaan karena telah mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang dikenal dengan Sekolah Adiwiyata.

Ada dua kepala daerah dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menerima penghargaan yang berlangsung pada,  Sabtu, 10 Agustus 2024 lalu di Jakarta Convention Center, yakni Kepala Daerah Provinsi Sulsel dan Kabupaten Bulukumba.

Sementara 11 kepala daerah lainnya adalah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Kabupaten Buleleng,  Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Balikpapan, Kota Payakumbuh, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tanjung Pinang.

KLIK INI:  Bagaimana Bisa Plastik Merampas Keperawanan Danau Lurayya?

Sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor P. 52 Tahun 2019 tentang GPBLHS dan Permen LHK No.23 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Permen LHK Nomor P. 52 Tahun 2019 serta Permen LHK No.53 Tahun 2019 tentang Penghargaan Adiwiyata, disebutkan bahwa Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan PBLHS, yang bertujuan untuk mewujudkan penerapan perilaku ramah lingkungan hidup oleh warga sekolah dan  meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekolah, lingkungan hidup sekitarnya dan daerah.

Program Sekolah Adiwiyata dimulai sejak tahun 2007 dengan 10 Sekolah percontohan. Sampai dengan akhir tahun 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan dan memberikan penghargaan Adiwiyata Nasional kepada 4.650 Sekolah dan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 1.133 Sekolah di seluruh Indonesia. Dan secara keseluruhan jumlah sekolah Adiwiyata sejak tahun 2007 adalah sebanya 28.270 sekolah yang terdiri dari Adiwiyata Mandiri, Nasional, Provinsi, dan Kab/Kota.

KLIK INI:  WALHI Sulsel Desak Pemkot Makassar Fokus Perkuat TPS3R dan Pengelolaan Sampah dari Hulu
Tujuan pemberian penghargaan

Pemberian penghargaan kepada kepala daerah yang disampaikan oleh Menteri LHK tersebut bertujuan:

  • Mendorong kinerja kepala daerah dalam mendukung Gerakan PBLHS,
  • Memberikan apresiasi atas komitmen dan upaya konkret kepala daerah dalam mendukung pelestarian fungsi lingkungan hidup melalui Gerakan PBLHS, dan
  • Meningkatkan motivasi dan menginspirasi bagi daerah lain untuk mengimplementasikan Program PBLHS.
KLIK INI:  Respons Adiwiyata Sebagai Gerakan Nasional, Ini yang Dilakukan SDN 6 Kasuara Bulukumba

Proses keseluruhan penilaian melibatkan Dewan Pertimbangan Gerakan PBLHS, yang terdiri dari Sekretaris Jenderal, Staf Khusus Menteri LHK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Universitas, Pemerhati Lingkungan Hidup, Yayasan Kehati dan Media.

Dewan Pertimbangan Gerakan PBLHS memiliki peran penting dalam memastikan bahwa penghargaan kepala daerah dalam mendukung gerakan PBLHS diberikan secara objektif dan akuntabel, sehingga kualitas dan objektivitas penilaian terjaga dengan baik.

KLIK INI:  Dihuni Sampah, Pasir Putih Pantai Mandala Ria Terancam Jorok

Ada 6 kriteria penilaian kepala daerah yang berhasil mendorong Gerakan PBLHS yaitu:

  • Kebijakan daerah yang mendukung Gerakan PBLHS
  • Tindak lanjut kebijakan daerah yang mendukung Gerakan PBLHS
  • Jumlah program/kegiatan inovatif daerah untuk mendukung Gerakan PBLHS
  • Persentase jumlah anggaran Dinas LH yang mendukung dan berkaitan dengan Gerakan PBLHS,
  • Persentase jumlah sekolah yang telah memperoleh penghargaan adiwiyata terhadap sekolah di daerah setempat, dan
  • Jumlah pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Gerakan PBLHS.
KLIK INI:  Bencana Alam Kembali Jenguk Daerah Selatan Sulsel

 

Ditag #festival like #gerakan peduli lingkungan #kabupaten bulukumba #sekolah adiwiyata
oleh Redaksi
  • Ikuti Kami Pada

KLIK Juga Ini!

  • Kali Tebu Disesaki Mikroplastik, Ecoton Ajak Stop Buang Sampah Plastik ke Sungai
  • Selundupkan Satwa Liar, WNA Tiongkok Siap Disidangkan
  • Paling Lambat Tahun Ini, Open Dumping Tutup Usia?
  • Satwa yang berhasil diselamatkan
    Perdagangan Satwa Liar Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, Tapi Juga Ancaman Keseimbangan Ekosistem
  • Buntut Tak Dapat Adipura, WALHI Sulsel Nilai DLHK Makassar Tak Becus Urus Sampah
    Atasi Persoalan Sampah, BRIN Kembangkan Pilot Project PLTSa Merah Putih
  • Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan di Teluk Ekas
    Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan di Teluk Ekas
  • Berkas Lengkap, Tersangka Kasus Perburuan Liar Bersenjata di TN Komodo Segera Disidang
  • Gakkum Kemenhut Bekuk WNA Vietnam dalam Peredaran Ilegal Sisik Trenggiling

Komentar

PT-Mitra-Hijau-Asia
PT-Mitra-Hijau-Asia

Klik Populer

  • Ketua Dewan Pembina /Pendiri Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Fadly Padi memandu pelatihan pembuatan ecoenzyme di kawasan Urban Farming Terintegrasi Lapas Kelas I Makassar. (Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau.com) Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian Hijau, Sinerg…
  • Buntut Tak Dapat Adipura, WALHI Sulsel Nilai DLHK Makassar Tak Becus Urus Sampah Atasi Persoalan Sampah, BRIN Kembangkan Pilot Pro…
  • Satwa yang berhasil diselamatkan Perdagangan Satwa Liar Bukan Hanya Pelanggaran Huk…
  • Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan di Teluk Ekas Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen B…
  • Pemerintah dan CSO Kolaborasi Susun Peta Jalan Solarisasi Masjid, Integrasikan Ekosistem Wakaf dalam Transisi Energi Pemerintah dan CSO Kolaborasi Susun Peta Jalan Sol…
  • Paling Lambat Tahun Ini, Open Dumping Tutup Usia?

Sastra Hijau

  • Pamata Mata Waktu
  • Dari Langit ke Tanah: Pencemaran yang Turun Bersama Hujan Hujan Lale
  • Pada Jembatan Bambu Itu
  • Pohon Ketapang dan Kisah yang Rindang
  • Sajak-sajak Yanuar Abdillah Setiadi Sajak-sajak Yanuar Abdillah Setiadi Sajak-sajak Yanuar Abdillah Setiadi
©2019 Klikhijau.com. All rights reserved.
  • Tentang Klikhijau
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Pedoman