Di Kota Ini, Anak Kita Bermain Api

Klikhijau.com - Di kota besar seperti Makassar, ruang bermain untuk anak sangat minim. Tidak jarang kita menemukan anak-anak bermain sepak bola di jalan kompleks perumahan atau di lorong-lorong. Meman...

Di Kota Ini, Anak Kita Bermain Api
Bacakan Artikel

Lalu, di zaman serba modern ini, kita semakin langka melihat anak-anak bermain dengan permainan-permainan klasik itu. Selain efek teknologi, degradasi ini boleh jadi disebabkan oleh minimnya ruang bermain. Mungkin perlu ada vestifal permainan tradisional untuk anak-anak, walau hal ini akan tidak berguna bila tanpa ruang memadai.

Voice of Amerika pada tahun 2012 pernah mengadakan studi menarik, mengenai perbandingan ruang bermain anak di Indonesia dan Amerika. Faktanya, ruang bermain di Indonesia rata-rata hanya 2.000 meter persegi per anak. Sementara di Amerika dan Eropa, tersedia sekitar 10.000 meter persegi per anak. Lalu, masih beranikah kita memperjuangkan istilah Makassar sebagai Kota Dunia, bila space bermain buat anak-anak sangat minim.

Dan minimnya ruang bermain itu akan memaksa anak-anak kita untuk terus bermain api melalui sihir teknologi canggih. Sebuah sihir yang akan melahirkan generasi ala city urban bermental kerupuk.

(Artikel ini pernah dimuat di Koran Tempo Makassar)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2