Metamorfosis Manggala Tanpa Sekat, Dari Gerakan Warga Menuju Peradaban Ekologis

Metamorfosis Manggala Tanpa Sekat, Dari Gerakan Warga Menuju Peradaban Ekologis
Komunitas Manggala Tanpa Sekat Launching Lumbung Eco Enzyme pada 20 Agustus 2022 bersama Klikhijau dan Mitra Hijau Asia. - Foto: Ist
Bacakan Artikel
Mashud Azikin

Pendiri dan Ketua Komunitas Manggala Tanpa Sekat sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang berfokus pada isu sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Klikhijau.com - Ada gerakan yang lahir dari kegelisahan politik, ada yang tumbuh karena kepentingan ekonomi, dan ada pula yang bermula dari sesuatu yang tampak sederhana: warga berkumpul, berolahraga, berjabat tangan, lalu sepakat untuk saling menjaga. Namun, sejarah gerakan warga sering memperlihatkan satu hal: ketika keakraban menemukan tujuan bersama, ia dapat tumbuh melampaui alasan awal kelahirannya.

Manggala Tanpa Sekat bermula dari ikhtiar merawat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Kini, gagasan itu menyimpan kemungkinan untuk melangkah lebih jauh: menjadi gerakan ekologis yang mempertemukan hubungan sosial dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, setelah manusia belajar hidup berdampingan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mereka menjaga ruang hidup yang sama.

Di situlah metamorfosis sebuah gerakan menemukan maknanya. Persaudaraan tidak lagi sekadar urusan siapa mengenal siapa, melainkan kesanggupan menanggung akibat dari tindakan masing-masing terhadap kehidupan.

Dari senam sehat menuju kesadaran bersama

Pada pagi 7 Oktober 2021, warga Komunitas Sehat Manggala menjalankan kegiatan rutin mingguan: senam sehat. Di sela-sela kegiatan itu, mereka menandatangani dukungan terhadap Gerakan Manggala Tanpa Sekat, dengan semboyan, “Dari Manggala Kota Makassar Kita Bina Keakraban Berwarganegara.”

Peristiwanya tampak sederhana. Tidak ada panggung besar atau pidato panjang yang mengharuskan warga mengenakan pakaian terbaik. Ada tubuh-tubuh yang bergerak mengikuti irama, perjumpaan yang menghangatkan suasana, dan kesepakatan untuk membangun kehidupan bertetangga yang lebih akrab.

Namun, di balik kesederhanaan itu tersimpan gagasan kewargaan yang penting: masyarakat tidak harus menunggu negara menyelesaikan semua persoalan sebelum mulai bekerja bersama.

Komunitas Sehat Manggala merupakan salah satu inisiator gerakan yang melibatkan 12 komunitas di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Gerakan ini didedikasikan untuk menjalin keakraban warga yang berasal dari latar belakang suku, agama, budaya, profesi, dan status sosial yang beragam.

Pada masa pandemi Covid-19, ketika kehidupan masyarakat dihantam krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan keterbatasan interaksi sosial, gagasan tersebut memperoleh makna yang mendesak. Hubungan saling menopang menjadi sumber daya sosial yang membantu masyarakat bertahan ketika kehidupan sehari-hari kehilangan kepastiannya.

Manggala Tanpa Sekat lahir dari kesadaran bahwa warga membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi, sejarah sebuah gerakan tidak semestinya berhenti pada alasan yang melahirkannya. Ketika krisis berlalu, persaudaraan membutuhkan pekerjaan baru agar tidak kehilangan relevansinya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan