KLHK Kukuhkan Tiga Profesor Riset, Ini Kiprah dan Gagasannya!

Klikhijau.com - Tiga Peneliti dari Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK dikukuhkan sebagai Profesor Riset baru. Mereka adalah Hendra Gunawan dan Raden Garsetiasih dari bidang konserva...

KLHK Kukuhkan Tiga Profesor Riset, Ini Kiprah dan Gagasannya!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tiga Peneliti dari Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK dikukuhkan sebagai Profesor Riset baru. Mereka adalah Hendra Gunawan dan Raden Garsetiasih dari bidang konservasi keanekaragaman hayati, dan Sri Suharti dari bidang ekonomi sosial kehutanan.

Pengukuhan Profesor Riset ini dilakukan di Auditorium Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (22 Juli 2019).

Bambang Hendroyono mewakili Menteri LHK dalam Pengukuhan Profesor Riset ini, dalam sambutannya membacakan sambutan Menteri LHK ditekankan bahwa Peneliti KLHK dituntut untuk mampu beradaptasi dan memegang peranan yang penting di dalam kemajuan IPTEK.

Peneliti KLHK tidak boleh tertinggal dengan negara maju dan negara berkembang lainnya di dalam pengembangan IPTEK dan harus mampu menjadi pemain pertama dan utama di dalam setiap perkembangan IPTEK di dunia.

"Peneliti harus mampu menjadi problem solver atas permasalahan yang berkembang di masyarakat. Disamping itu, Peneliti harus mampu menjadi pakar atau spesialis di bidangnya. Mampu mengembangkan jejaring penelitian dan kerjasama baik di level nasional maupun internasional," ujar Bambang membacakan Sambutan Menteri LHK.

[irp posts="6753" name="P3E Suma Gelar Rakor Pembangunan Ekoregion, Ini 6 Poin Pentingnya!"]

Hendra Gunawan

Hendra Gunawan tercatat menjadi peneliti Macan Tutul Jawa pertama di Indonesia yang menjadi Profesor Riset. Orasi ilmiahnya dalam pengukuhannya sebagai Profesor Riset berjudul "Inovasi Konservasi Habitat Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di Lanskap Hutan Terfragmentasi".

Dalam orasinya, Hendra menjelaskan tentang perlunya inovasi dalam konservasi habitat Macan Tutul Jawa. Khususnya dalam menghadapi fragmentasi hutan di Pulau Jawa yang semakin tinggi.

"Fragmentasi hutan menyebabkan meningkatnya efek tepi pada habitat Macan Tutul Jawa. Padahal Macan Tutul Jawa merupakan satwa interior yang mengambil jarak dari tepi habitat sejauh 500 sampai 1500 meter. Hal ini berarti fragmentasi hutan menyebabkan luasan habitat efektif Macan Tutul Jawa menjadi berkurang," ujar Profesor Riset Hendra.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: