KLHK Kukuhkan Tiga Profesor Riset, Ini Kiprah dan Gagasannya!

Klikhijau.com - Tiga Peneliti dari Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK dikukuhkan sebagai Profesor Riset baru. Mereka adalah Hendra Gunawan dan Raden Garsetiasih dari bidang konserva...

KLHK Kukuhkan Tiga Profesor Riset, Ini Kiprah dan Gagasannya!
Bacakan Artikel

Profesor Hendra pun menambahkan jika hutan yang terfragmentasi atau telah dipotong-potong oleh jalan, perkebunan dan lahan pertanian berarti telah memotong daerah jelajah satwa.

Hal tersebut menyebabkan satwa-satwa terpaksa melintasi jalan raya, permukiman, lahan perkebunan dan ladang masyarakat. Itu terjadi untuk jelajah hariannya dalam mencari makan atau mencari pasangan kawin.

Di saat satwa-satwa terebut melintasi jalan, permukiman, perkebunan atau lahan pertanian. Hal ini dapat menimbulkan insiden/konflik manusia dengan satwa. Misalnya satwa merusak dan memakan tanaman, atau bahkan menyerang manusia dan memangsa ternak.

Sebelum dikukuhkan, Profesor Riset Hendra merupakan Peneliti Ahli Utama di BLI KLHK. Beliau telah menghasilkan 127 karya tulis ilmiah (KTI) diterbitkan diantaranya adalah 28 Buku, 71 karya tulis populer dan tidak diterbitkan, 16 Hak Kekayaan Intelektual (Hak cipta buku). Serta Penghargaan MURI untuk Kurikulum dan buku-buku Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove yang disusun bersama Tim.

[irp posts="6689" name="Kurangi Pencemaran Udara, KLHK Perkenalkan Konsep dan Manfaat Eco Driving"]

Sri Suharti

Berikutnya Sri Suharti dalam pengukuhan Profesor Risetnya melakukan orasi ilmiah dengan judul "Kebijakan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat: Dari Partisipasi Menuju Inklusi". Orasi ilmiah tersebut disampaikan wanita kelahiran Yogyakarta 57 tahun silam ini menekankan pentingnya kebijakan inklusi dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat alih-alih hanya kebijakan partisipatif.

โ€œImplementasi kebijakan inklusif, akan membuka peluang bagi lebih banyak masyarakat. Tentu untuk dapat menikmati manfaat pembangunan. Khususnya pada kelompok marginal yang hidupnya sangat bergantung pada sumberdaya hutanโ€, jelas Profesor Riset Suharti.

Profesor Riset Suharti juga menjelaskan jika partisipasi dan inklusi adalah dua hal yang berbeda. Partisipasi merupakan keterlibatan masyarakat dalam implementasi suatu kebijakan.

Inklusi satu langkah lebih maju dari partisipasi, karena merupakan upaya terus-menerus untuk melibatkan masyarakat. Termasuk juga komunitas marginal dalam menentukan proses penyusunan dan isi suatu program kebijakan serta mengadaptasinya jika diperlukan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: