Daerah Aliran Sungai Perlu Dikelola Secara Berkelanjutan

Klikhijau.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu dikelola secara berkelanjutan. Tujuannya agar memberikan kemanfaatan secara seimbang antara aspek ekologi dan ekonomi. DAS, sebagai daerah tangkapan...

Daerah Aliran Sungai Perlu Dikelola Secara Berkelanjutan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu dikelola secara berkelanjutan. Tujuannya agar memberikan kemanfaatan secara seimbang antara aspek ekologi dan ekonomi.

DAS, sebagai daerah tangkapan air memiliki berperan penting dalam menjaga kelestarian sumber air yang menyediakan kebutuhan air bagi manusia.

Keberadaan DAS juga  berkontribusi terhadap kualitas air. Khususnya dalam mencegah banjir di saat hujan dan kekeringan serta mengurangi aliran massa (tanah) dari hulu ke hilir.

Indonesia merupakan negara dengan daera aliran sungai yang cukup luas, mencapai  189 juta hektare.  Karenanya, peningkatan pengelolaan DAS sangat diperlukan sebagai suatu bagian penting dalam proses pembangunan di suatu wilayah.

“Perlu ada semacam formulasi rajutan-rajutan kelembagaan agar mengarah pada tata kelola yang baik. Meski berbagai instrumen perencanaan sudah didesain. Termasuk matriks pembagian tugas dan alur koordinasi, tetapi masih belum optimal saat diimplementasikan," tegas Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto

Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto merupakan Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai, Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hal yang perlu diperbaiki dalam mengola DAS adalah  menyamakan persepsi masyarakat terkait pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu, soal pengembangan kurikulum lanjutan yang menggabungkan pengelolaan DAS dengan sektor kesehatan dan karakter penghidupan masyarakat yang harus disesuaikan dengan sumber daya alam yang tersedia.

“Perlu investasi infrastruktur yang tepat, rekomendasi ilmiah yang meminimalkan dampak perlu dikembangkan, serta kearifan lokal dalam pengelolaan DAS yang perlu dipertahankan. Pekerjaan rumah kita bersama adalah bagaimana mewariskan bumi dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi yang mendatang," paparnya seperti dilansir dari laman UGM.

Perlu banyak penyuluh

Sementara itu Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai,  Dekan Fakultas Geografi UGM,  yang  merupakan  pakar di bidang geomorfologi kebencanaan mengungkapkan, diperlukan kehadiran lebih banyak penyuluh/edukator untuk membumikan apa yang menjadi tujuan-tujuan dari perbaikan pengelolaan DAS.

Caranya dengan memperhatikan kompleksitas pengelolaan DAS maka pusat-pusat kajian dan pengetahuan tentang pengelolaan DAS perlu untuk dikembangkan dan ditambah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2