Cerita Penyisiran Toko Oleh-Oleh di Makassar Penjual Aksesori Sisik Penyu

Klikhijau.com โ€“ Cerita ini terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyisir toko oleh-oleh di Kota Makassar. Toko yang disisir adalah toko yang diduga menjual...

Cerita Penyisiran Toko Oleh-Oleh di Makassar Penjual Aksesori Sisik Penyu
Bacakan Artikel

Andy mengungkapkan aksesoris dari sisik penyu berupa gelang dan cincin tersebut dijual dengan harga berkisar antara 20 ribu sampai 100 ribu tergantung besar dan ukuran aksesoris.

โ€œMenurut keterangan pemilik atau karyawan toko, aksesoris tersebut didapatkan langsung oleh orang yang berasal dari pulau - pulau sekitar Makassar, dan kegiatan ini sudah berlangsung selama satu tahun ini,โ€ ungkapnya.

Aktivitas penyisiran took penjual oleh-oleh tersebut disambut baik oleh Kepala Pangkalan PSDKP Bitung, Donni Muhammad Faisal.

โ€œHarapan dari kami kegiatan penyadartahuan mengenai jenis ikan dilindungi. Ini akan dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak menangkap jenis ikan atau biota laut yang dilindungi, apalagi untuk untuk dimanfaatkan. Tidak ada lagi permintaan pasar untuk penjualan aksesoris dari bahan baku biota yang dilindungi,โ€ tutur Donni.

Upaya pengawasan biota laut itu terjadi atas karena adanya dukungan berupa laporan yang kuat dari Koalisi Perlindungan Penyu Indonesia (KPPI).

[irp]

KPPI melaporkan jika ada toko oleh-oleh di Makassar yang memperdagangan bagian-bagian penyu yang diperdagangkan ย pada tanggal 23 Agustus 2020 lalu.

Semua jenis penyu dilindungi

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono mengemukakan salah satu ancaman terhadap penyu adalah perdagangannya baik dalam bentuk daging, telur maupun bagian tubuhnya seperti sisik untuk dijadikan cinderamata atau aksesoris.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: