Cerita Pengolahan Pangan Berbahan Mangrove di Raja Ampat

Klikhijau.com - Pengolahan Mangrove sebagai sumber pangan lokal bukanlah hal baru bagi masyarakat pesisir di Raja Ampat. Pada webinar yang digelar KlikHijau, Jum’at (2/5/2025) bertajuk “Perhutanan Sos...

Cerita Pengolahan Pangan Berbahan Mangrove di Raja Ampat
Bacakan Artikel

[irp]

“Jadi sebenarnya dapat dikatakan bahwa ini merupakan kekayaan bangsa yang terpendam. Ini baru mulai diteliti secara mendalam oleh para akademisi, praktisi, NGO, yang kemudian mulai mencoba untuk memboomingkan tentang pangan lokal dari Mangrove,” katanya.

Dari luas lahan 1025,55 Ha kawasan hutan desa,  terbagi  mejadi 3 yaitu ruang lindung, ruang pemanfaatan, dan ruang pemanfaatan berbasis konservasi. Di ruang pemanfaatan inilah yang kemudian dilakukan pengelolaan Mangrove untuk menciptakan sebuah produk seperti tepung Mangrove, sabun padat, sabun cair, dan lain-lain.

“Dan semua anggota yang tergabung dalam kelompok yang melakukan pengelolaan ini semuanya adalah perempuan. “kemarin saja, kami baru melakukan pendampingan pelatihan pembuatan mie Mangrove,” tuturnya.

Ini memperjelas bagaimana inovasi ketahanan pangan itu melalui pengelolaan perhutanan sosial. Harapannya bagi kami adalah kelompok perempuan itu, mereka berdaulat atas sumber daya mereka sendiri.

“Mereka menjadi tuan rumah di negeri mereka sendiri. Apalagi wilayah raja ampat merupakan daerah yang ditetapkan sebagai daerah pariwisata, maka sebagai tuan rumah yang baik, mereka sudah harus siap, bukan hanya jadi penonton, tapi juga terlibat dalam pembuatan produk dari sumber daya yang mereka miliki sendiri,” lengkapnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: