(1) Sepucuk Surat Seandainya aku bisa menulis sebuah surat Maka,
Kembang Hujan
Hujan sore ini berbeda. Lebih menderas. Lebih mengiris. Sangat menguras
Sebelum Polusi Tiba
Malam di Depan Warung Coto malam meninggi dan menunggu
Ketika Akar Tak Lagi Mencengkeram Bumi
Hutan tropis Nusantara, permadani hijau yang dahulu ditenun oleh jemari
Tanda Tangan Lumpur
Luka Panjang Kali Lebar di atas heli yang meraung
Desa, Entitas Ruang yang Kompleks dan Dinamis
Judul Buku: Revolusi Desa (Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas) Penulis:
Menanam Pohon di Mata
Segelas Kerakusan sebatang pohon mampir ke rumahmu subuh itu. saat
Minum Kopi di Awan
Mengira Bumi aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala
Matamu dan Sampah di Kepalaku
Matamu dan Sampah di Kepalaku kantuk tiba di matamu
Meneropong Artivisme Lingkungan di Indonesia
Klikhijau.com – Seni dan aktivisme lingkungan telah menjalin senyawa baru
Waktu Terbaik Mencintai Hujan
Klikhijau.com – Kali di depan rumah tercipta dari kencing. Suatu
Pohon Kecil di Sungai
Hanya Denyut “tunggu, kubuatkan kopi,” tawarmu “hmmm,” jawabku kau
Pohon Api di Alismu
Sawah Plastik padi kembali menguning, kehidupan kembali ke pangkuan.
- 1
- 2
- …
- 20
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













