Judul Buku: Revolusi Desa (Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas)
Penulis: Darmawan Salman
Cetakan kedua: Oktober 2016
Tahun Pertama : 2012
Penerbit: Ininnawa
Tebal: 188 Halaman
Klikhijau.com – Buku berjudul “Sosiologi Desa” (Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas) memang menarik didaras untuk melihat kompleksitas desa sebagai ruang dan relasinya dengan budaya, ekonomi hingga politik. Profesor Darmawan Salman yang menulis buku ini menyebut desa ebagai antologi yang tidak ada habisnya untuk ditulis.
Dimulai dari pembahasan menarik betapa desa dapat dikaji dalam dua ontologi. Pertama, sebagai statistika. Kedua sebagai dinamika.
Sebagai statistika, desa ditempatkan sebagai entitas diam pada ruang dan waktunya, yang dalam kediamannya tersimpan berbagai aspek. Dalam dinamika, desa ditempatkan sebagai entitas yang bergerak melintasi waktu, yang dalam pergerakannya berlangsung dengan sejumlah proses.
Desa ada dalam saling lintas antara statistika dan dinamika tersebut. Tempo-tempo desa ditulisnya dengan kedalaman pengetahuan tentang dinamikanya. Maka berkembanglah pengetahuan tentang desa, maka berkembang pula desa sebagai pengetahuan.
Darmawan Salman juga menggambarkan istilah “revolusi senyap” sebagai perubahan cepat dan substantif di desa yang tidak disertai hiruk-pikuk gerakan massa atau jatuhnya rezim, melainkan lewat lonjakan produksi pertanian, perkebunan, dan perikanan yang mengubah struktur kehidupan desa.
Revolusi ini dipicu oleh modernisasi, teknologi budidaya baru, program-program pembangunan, dan integrasi desa ke pasar yang lebih luas, sehingga pola kerja, kepemilikan lahan, hingga relasi sosial ikut bergeser.
Adapun Istilah “tarian kompleksitas” yang dipakai untuk menggambarkan bagaimana desa-desa menghadapi perubahan itu dalam bentuk yang beragam, saling terhubung, dan tidak selalu bisa disederhanakan menjadi satu pola tunggal.
Desa digambarkan sebagai unit sosial paling lokal yang sangat bervariasi, namun saling terhubung dalam jejaring seperti rizoma—akar yang menjalar ke mana-mana—sehingga perubahan di satu lokasi dapat beresonansi dengan tempat lain.
Buku ini memadukan refleksi teoritis tentang paradigma sosiologi dengan pembacaan konkret atas pengalaman desa. Pembaca diajak melihat perubahan bukan hanya sebagai data, tetapi juga sebagai persoalan makna dan keadilan sosial.
Kekuatan Buku
Salah satu kekuatan pada buku Profesor Darmawan Salman ini adalah keberhasilannya dalam menulis dan menjelajahi teori sosiologi pedesaan dengan pengalaman langsung di desa-desa. Menjadikan uraian terasa hidup dan kontekstual. Pada hasil pengamatannya, penulis tidak hanya menjelaskan struktur perubahan ekonomi seperti revolusi hijau dan komuditas seperti padi atau kakao, tetapi juga menunjukkan dampak nyatanya terhadap budaya, relasi kekuasaan, dan cara desa memaknai dirinya.
Penulis juga mendorong pembaca untuk berpikir secara kritis. Mendorong untuk pembaca keluar dari paradigma positivistik semata. Membuat pembaca agar lebih mengembangkan pendekatan secara kritis serta konstruktivistik yang memberi ruang suara pada masyarakat di desa.
Diharapkan dengan cara ini, buku ini bukan hanya memotret desa sebagai suatu objek, melainkan mengajak pembaca melihat desa sebagai sumber pengetahuan yang berdasarkan dari pengalaman dan kepentingan pribadi.
Meski demikian, bagi pembaca yang masih awam mengenai teori sosiologi atau istilah-istilah bersifat akademik, terdapat beberapa paragraf atau penulisan buku yang mungkin cukup padat dan menuntut pengetahuan tinggi.
Selain itu, fokus permasalahan juga bertumpu pada desa-desa yang ada di Pulau Sulawesi yang dapat menimbulkan kesan geografis yang relatif sempit bagi pembaca yang mungkin berharap gambaran pada seluruh desa yang ada di Indonesia. Meskipun pola-pola desa yang digambarkan begitu relevan untuk konteks pedesaan pada umumnya, namun, kekayaan detail lokal dapat menjadi nilai tambah bagi mereka yang memiliki ketertarikan pada studi wilayah Timur Indonesia dan dinamika kawasan tersebut secara agraria.
Buku ini sangat menarik dan memberikan banyak pengetahuan mengenai Sosiologi Desa. Buku ini menawarkan cara pandang tajam antara relasi negara,pasar, dan masyarakat desa dengan gaya yang reflektif dan kritis.
Sekali lagi, buku ini menunjukkan bahwa perubahan pada desa bukanlah merupakan proses alamiah yang netral, melainkan sistem yang disebut ”Revolusi senyap” yang membawa peluang sekaligus risiko.
Semua tergantung pada bagaimana kekuasaan dan pengetahuan bekerja di dalamnya. Maka dari itu, buku ini dapat dijadikan sebagai rujukan penting untuk membaca ulang kebijakan pembangunan desa, serta melihat inspirasi bagi upaya dalam membangun praktik-praktik sosial yang lebih pada tingkat lokal dan masyarakat.








