Perihal Agama Hijau dan 6 Prinsip Mengenainya

oleh -85 kali dilihat
Makna Warna Hijau dan Fakta Terlengkap Perihal Warna Alami Ini!
I love green - Foto/facebook

Klikhijau.com – Agama Hijau atau greendeen adalah konsep beragama yang berpihak pada lingkungan. Konsep ini dicetuskan oleh Ibrahim Abdul-Matin melalui bukunya –greendeen-Inspirasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam.

Matin mengungkapkan bahwa konsep tentang Agama Hijau menuntut kita untuk menerapkan Islam seraya menegaskan hubungan integral antara keimanan dan lingkungan, atau dengan seluruh semesta.

Islam bagi Matin tidak hanya menaruh perhatian kepada persoalan spiritual dan interaksi dengan sesama, tetapi juga menginspirasi umat untuk peduli kepada alam.

Karenanya, Agama Hijau adalah jalan ruhani sekaligus sebagai jalan ilmiah yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan. Dalam Islam tidak ada yang bertentangan antara ajaran Islam dan ilmu pengetahuan.

KLIK INI:  Titik Nalar dan Imajinasi Seorang Rimbawan

Dalam buku –greendeen– terungkap bahwa untuk menerapkan konsep agama hijau, kita  harus memahami terlebih dahulu prinsip dan praktik yang menegaskan keserasian Islam dengan pelestarian lingkungan.

Dengan mengutip pendapat Faraz Khan, Matin menelurkan 6 prinsip Agama Hijau yang perlu diterapkan, yakni:

  •  Memahami kesatuan tuhan dan ciptaan-Nya (tawhid)

Hidup dengan cara Agama Hijau berarti memahami bahwa segala sesuatu berasal dari Allah . Kita menyadari bahwa Allah adalah sang Pencipta dan pemeli hara segala sesuatu .

Allah berfirman, Dialah yang Awal dan yang Akhir , yang Lahir dan yang Batin ; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu ( Q.S. al Hadid [ 57 ] : 3 ).

Karena kita berasal dari Allah, dan demikian pula alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya.

KLIK INI:  Kisah "Mata", Refleksi Kritis Pendidikan Anak di Indonesia
  •  Melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan ( ayat ) di mana saja

Hidup mengikuti prinsip Agama Hijau berarti melihat segala sesuatu di alam ini sebagai tanda (ayat) keagungan Sang Pencipta .

Jika kita cermati, kita akan melihat banyak frasa dalam Al-Quran yang berbunyi ” tanda – tanda bagi kaum yang berpikir “. Frasa serupa itu banyak diulang-ulang dalam Al-Quran karena manusia cenderung melupakan fakta tersebut.

Sesungguhnya tanda – tanda keberadaan Sang Pencipta ada di seluruh semesta, dan juga di sekeliling kita. Memperlakukan alam dengan buruk berarti mengingkari tanda – tanda Sang Pencipta.

  • Menjadi penjaga (khalifah) di bumi

Hidup mengikuti prinsip Agama Hijau berarti memahami bahwa Tuhan menciptakan kita dari tanah da kita harus melakukan apa pun untuk menjaganya, melindunginya, dan mengelola semua karunia yang terkandung di dalamnya dengan cara yang tidak merusak keseimbangan alam.

Khalifah Allah di muka bumi adalah orang yang mampu menjaga bumi dan menjadikan tempat yang lebih baik.

  •  Menjaga amanat tuhan

Mengikuti prinsip Agama Hijau berarti mengetahui bahwa kita dipercaya oleh Tuhan untuk bertindak sebagai pelindung bumi. Kepercayaan ini merupakan janji kita untuk melindungi bumi.

Kita mewujudkannya dengan anugerah kemampuan berbicara, pengetahuan, dan kebebasan untuk membuat pilihan. Tuhan telah memberi kita kemampuan untuk membuat keputusan atas bumi ini dan segala isinya.

KLIK INI:  Dari ‘Sang Pemimpi’ Kita Tahu, Ujung Pertambangan adalah Sengsara
  •  Memperjuangkan keadilan (adl)

Memperlakukan bumi selayaknya masjid berarti memperlakukan alam dengan cara yang seimbang dan adil (‘adl).

Kita harus menerima peran kita sebagai pelindung planet ini dari berbagai tindakan dan perilaku yang merusak dan merugikan. Sekian lama bumi menjadi sasaran eksploitasi sebagian besar manusia yang mengejar kepentingan pribadi atau keuntungan material.

Gerakan keadilan lingkungan dan keadilan iklim muncul sebagai tanggapan untuk melindungi planet ini dan penghuninya dari akibat buruk polusi dan perubahan cuaca.

Orang yang ingin hidup mengikuti prinsip Agama Hijau harus memahami bahwa masyarakat yang tidak memiliki kekuatan politik dan ekonomi sering kali harus menanggung efek negatif pencemaran dan kerusakan lingkungan.

KLIK INI:  Kejutan dan Pengetahuan Baru tentang Gen dan DNA dalam “The Biology of Belief”
  •  Hidup selaras dengan alam (mizan)

Segala sesuatu diciptakan dalam keseimbangan yang sempurna (mizan). Memandang bumi sebagai masjid berarti menghormati keseimbangan ini.

Perhatikanlah matahari dan bulan , yang menandai siang dan malam. Ribuan tahun lamanya manusia memanfaatkan sistem yang seimbang ini untuk meningkatkan hasil panen dan untuk mengetahui kapan harus tidur, bekerja, dan beribadah.

Islam menunjukkan dan membuktikan keberadaan Tuhan yang Mahakuasa yang telah menciptakan manusia untuk menetap di lingkungan tersebut. Dia telah menciptakan bintang-bintang dan planet serta menempatkannya dalam orbit yang tepat dan teratur.

Tuhan telah menciptakan bidang energi tak kasat mata-gravitasi-untuk menjaga segala sesuatu tetap pada tempatnya di bumi. Dia telah menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai teman, pelindung, dan makanan untuk manusia.

Nah, sahabat hijau itulah enam prinsip Agama Hijau yang perlu diterapkan dalam kehidupan ini. Semoga memberi manfaat

Sumber:

Matin-, Ibrahim Abdul. 2010. –Greendeen-Insprasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam. Jakarta. Zaman