16 Novel yang Menggugah Kesadaran akan Bahaya Perubahan Iklim

oleh -74 kali dilihat
6 Buku Motivasi Peduli Lingkungan yang Layak Dibaca Tuntas
Buku-Foto/orbitdigital

Klikhijau.com – Penulis sastra memiliki kekuatan berjalan ke masa lalu dan  juga menyusup ‘ke masa depan”. Karya sastra, misalnya novel meski fiksi, tapi mampu menghadirkan bayangan kebenaran.

Salah satu genre sastra yang mulai berkembang adalah fiksi ilmiah. Genre ini terasuk di dalamnya climate fiction (Cli-fi). Melalui Cli-fi kita dapat mengetahui seperti apa dampak perubahan iklim dan bagaimana upaya untuk mengatasinya.

Sastra, khususnya novel adalah bacaan ringan yang menghibur, memungkinkan pembaca akan lebih tersentuh saat membacanya melalui tokoh-tokohnya. Sehingga memungkinkan akan menciptakan kesadaran, termasuk dalam hal kesadaran akan perubahan iklim.

Perubahan iklim menjadi bahasan dan bahaya yang semakin nyata. Untuk mengatasinya, dibutuhkan peran berbagai pihak. Tidak terkecuali para penulis fiksi.

KLIK INI:  Tanah dari Langit

Berikut 16 novel yang  bisa menggugah kesadaran akan pentingnya mengatasi perubahan iklim:

  • New York 2140

Novel  New York 2140 ditulis oleh Kim Stanley Robinson. Robinson menggambarkan di tahun 2140, kota New York  telah dibanjiri air.

Titik fokus novel ini adalah kecerdikan manusia dalam menghadapi malapetaka. Di mana masyarakat harus beradaptasi dengan perubahan iklim yang parah, dan mereka pun mampu menemukan cara untuk bertahan hidup.

  • Laut dan Musim Panas

The Sea and Summer atau Laut dan Musim Panas ditulis oleh Novelis Australia George Turner pada tahun 1987. Novel ini menceritakan  bahwa Melbourne di tahun 2030, gedung-gedung pencakar langit di sana tenggelam dikarena kenaikan permukaan laut.

  • Clade

James Bradley’s menggambarkan dalam novelnya ini  beberapa generasi dari satu keluarga  yang mengalami  hancur.  Salah satu penyebabnya karena  masalah  pemanasan global yang dapat merampas kesempatan generasi mendatang untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

KLIK INI:  Lewat Pohon Ara, Yudhistira Menggugat Walikota
  • Blackfish City

Novel ini ditulis Sam J. Miller yang mengisahkan perang iklim sedang terjadi, dan manusia tinggal di sebuah kota apung yang dirancang dengan sangat ideal  di Lingkaran Arktik. Kota apung itu dijalankan dengan energi dan teknologi yang paripurna. Hanya saja, kejahatan dan korupsi merajalela dan wabah datang menyapu kota.

  • The Fifth Season

Kisah dalam novel yang ditulis N.K. Jemisin, yakni bahwa dunia masa depan yang disebut Keheningan,  diganggu oleh aktivitas seismik konstan yang jadi bukti dari peradaban masa lampau yang telah  mengotori planet.

Musim kehancuran telah merongrong dunia ini, bencana alam, yakni gempa bumi telah merobek peradaban.

  •  Oryx and Crake

Novel yang ditulis oleh Margaret Atwood ini bercerita tentang Snowman, ia  hidup di padang belantara. Belantara itu  dulunya sebuah kota dengan hutan-hutan beton yang menghiasinya.

Namun karena dunia ditimpa pemanasan global dan rekayasa genetika, maka dunia pun hancur. Dalam novel ini ditemukan  kisah dystopic tentang masa depan manusia yang suram, namun dinamis.

  • Dewa Batu

The Stone Gods atau Dewa Batu ditulis oleh Jeanette Winterson’s tusuk yang mencakup lebih dari 3 kerangka waktu yang jauh berbeda.

Pertama, seorang dystopian, peradaban masa depan yang dengan cepat merusak planetnya dan harus mencari yang lain. Kedua, Pulau Paskah abad ke 18 di ambang menghancurkan pohon terakhirnya. Ketiga, bumi dalam waktu dekat akan menghadapi kerusakan lingkungan global.

Novel ini  juga menggambarkan keterbukaan pada manusia lain dan spesies lain, pada gagasan baru, dan cara hidup yang lebih baik di planet ini.

KLIK INI:  “Ramuan di Segitiga Wallacea” dan Tradisi Penyembuhan dari Tumbuhan Liar
  •  The Swan Book

Novel ini ditulis oleh penulis Australia, Alexis Wright yang menceritakan seorang gadis muda pribumi yang hidupnya hancur karena perubahan iklim. Namun yang paling disorot adalah penganiayaan pemerintah Australia terhadap populasi penduduk asli.

  •  Memori Air

Memory of Water  ditulis oleh  penulis Finlandia, Emmi Itäranta. Kisahnya adalah di Eropa Nordik di masa depan yang jauh, seorang gadis muda harus memutuskan apakah dia akan membagikan pasokan air keluarganya kepada teman dan sesama penduduk desanya. Namun, jika dia lakukan akan berisiko dituduh melakukan kejahatan air, dan hukumnya berat, yakni hukuman mati.

  • Perilaku Penerbangan

Flight Behavior ditulis oleh Barbara Kingsolver,  merupakan novel realis yang sepenuhnya dibuat pada masa kini. Seorang perempuan muda dari Tennessee menemukan ribuan kupu-kupu raja bertengger di tanah mertuanya. Serangga ini telah “punah” oleh peristiwa cuaca ekstrem karena perubahan perubahan iklim. Penemuan itu menarik perhatian para peneliti untuk menelitinya.

  • Gold Fame Citrus

Claire Vaye Watkins  menggambarkan masa depan California sebagai gurun tandus. Luz dikatakan telah menjadi aktivis dalam gerakan konservasi besar negara itu. Seorang pria bernama Ray dulunya adalah seorang pembelot. Sebagian besar penduduk California telah dievakuasi ke timur.

Luz dan Ray adalah pasangan yang masih ada di sana, melakukan tugas sosial dan bertahan dari iklim yang keras. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang anak misterius yang akhirnya membawa mereka untuk memimpikan masa depan yang lebih baik.

KLIK INI:  Tentang Jejak Hidup Sukses dari Filosofi Air Mengalir
  • The Island Will Sink

Briohny Doyle Briony Doyle menceritakan kisah tenggelamnya Pitcairn, yang mengkhawatirkan dunia. Novel ini mengisyaratkan krisis masa depan, di mana lautan menelan daratan dan seorang pria berjuang untuk menjalani kehidupan amnesia

  • Parable of the Sower

Parable of the Sower ditulis oleh Octavia Butler yang  menceritakan masa depan pada tahun 2026, masyarakat Amerika menjadi chaos akibat pemanasan global, stagnasi ekonomi dan kesenjangan ekonomi.

Seorang gadis bernama Lauren secara tidak sengaja membangun gagasan tentang tatanan agama baru dan humanisme sekuler sebagai panduan dalam mencari masa depan yang lebih baik

  •  American War

Pada tahun 2074 Perang Saudara Amerika Kedua kembali pecah.  Young Sarat Chestnut dipaksa berpindah ke kamp beserta anggota keluarganya.

Novel ini menggambarkan bahwa kota Louisiana tenggelam, dan drone-drone beterbangan memenuhi langit Amerika.  Novel ini ditulis oleh Omar El Akkad.

KLIK INI:  Membangkitkan Jiwa dan Semangat Nasionalisme Lingkungan
  • Orleans

Sherri L. Smith Gulf Coast telah dikarantina setelah serangkaian badai hebat dan wabah demam segitiga. Siapa pun yang tinggal di delta bertahun-tahun yang lalu ditinggalkan oleh negara-negara terpencil dan dilindungi oleh tembok. Tapi Fen de la Guerre masih hidup, terjebak oleh bayi yang baru lahir, dan dia hampir putus asa untuk menemukan jalan keluar dari tempat itu.

  • Tembok

The Wall  ditulis oleh John Lanchester. Novel menceritakan Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, setiap jengkal garis pantai Inggris dijaga oleh tembok besar, benteng melawan migran ilegal serta naiknya permukaan laut.

Nah, sahabat hijau, itulah 16 novel yang menggambarkan tentang perubahan iklim, selamat membaca!

KLIK INI:  Dampak Perubahan Iklim, Sekjen PBB: Perjanjian Paris Saja Belum Cukup