Bucephalandra, Tanaman Air Bernilai Tinggi yang Pas untuk Aquascape

Klikhijau.com – Bucephalandra, namanya memang masih terasa asing, bukan? Namun di balik namanya yang asing, ia mulai merangkak menjadi tanaman air primadona, khususnya bagi pencinta aquascape. Aqua...

Bucephalandra, Tanaman Air Bernilai Tinggi yang Pas untuk  Aquascape
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Bucephalandra, namanya memang masih terasa asing, bukan? Namun di balik namanya yang asing, ia mulai merangkak menjadi tanaman air primadona, khususnya bagi pencinta aquascape.

Aquascape sendiri adalah sebuah seni yang mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu dan lain sebagai dalam akuarium.

Tanaman bucephalandra menjadi pilihan karena memiliki varian warna yang beragam, mulai dari hijau, ungu, cokelat, hingga hijau tua. Bentuk daunnya pun bervariasi, ada yang berdaun lancip, bulat, dan sebagainya.

Bucephalandra dikenal sebagai tanaman foreground. Dinamakan bucephalandra karena bentuk bunganya yang sepintas menyerupai tanduk banteng. Memiliki variasi yang sangat tinggi. Saat ini sudah terdeteksi ada 30 spesies yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Kepopuleran tanaman ini dimulai pada tahun 2014 ketika Nakamoto yang merupakan kolektor tanaman air asal Jepang mengenalkann lebih luas ke publik.

Sejak saat itu tanaman eksotik dan endemik Pulau Borneo ini membuat menjadi magnet para kolektor tanaman air dan yang hobi aquascape di seluruh dunia. Mulai  dari Thailand, Jepang, Hongkong, Cina,  Eropa, dan Amerika

Bahkan di Amerika para aquascaper (sebutan bagi pencinta aquascape) harus merogoh koceknya sebesar 70 dolar AS untuk satu rumpun kecil bucephalandra.

Berdasarkan data unit Pelayanan Rekomendasi di Direktorat Jenderal Hortikultura, hampir setiap hari ada usulan permohonan ekspor tanaman tersebut dengan tujuan  Amerika, Peru, Vietnam, Hongkong, Jepang dan Korea.

Dan hal yang paling  menggembirakan dari tanaman ini karena hanya ada di Indonesia. Ia tumbuh di pedalaman hutan di Borneo atau Kalimantan dengan nama buce.

Karena itu, Direktur Perbenihan Direktorat Hortikultura Kementan, Sukarman pernah mengungkapkan jika tanaman air ini membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat untuk dikembangbiakkan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2