Berkah Bakau yang Memukau di Utara Makassar

Klikhijau.com - Lelaki berkacamata itu sedang sibuk mencari spot foto.  Kameranya diarahkan ke jembatan kayu yang telah dicat warna-warni serupa  pelangi.  Ranselnya menggantung di pundaknya. Ia terli...

Berkah Bakau yang Memukau di Utara Makassar
Bacakan Artikel

Mimpi lelaki empat anak itu hanya ingin melihat perekonomian warga Lantebung meningkat. Ia tidak rela warga Lantebung terus berkabung dalam kemiskinan dan menjadi warga teringgirkan dari segi ekonomi dan pendidikan. Mimpi itu perlahan terwujud, apalagi setelah Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kota Makassar  tahun 2010 ikut membantu dan mendukung konservasi mangrove di sisi utara Kota Makassar itu.

Apalagi sejak dibangun jembatan yang berfungsi sebagai tempat menambatkan perahu warga. Jika dulu sebelum jembatan dibangun, warga Lantebung yang dominan nelayan hanya sekali sehari melaut, kini para nelayan bisa keluar melaut dua kali dalam sehari.

Basri, lelaki yang lahir di Lantebung  itu merasa bersyukur dengan adanya hutan mangrove sebab perekonomian keluarganya meningkat dan rumahnya terhindar dari bencana banjir dan angin laut saat musim hujan.

“Sebelum adanya hutan mangrove ini, setiap musim hujan air naik hingga ke jalan dan menggenangi rumah warga. Bukan hanya terhindari banjir dan angin,  tapi mangrove telah membawa dampak ekonomi yang baik bagi warga, sebab dengan adanya mangrove kepiting rajungan mudah ditemukan, begitu pun tirang  yang nilai ekonominya bisa menutupi kebutuhan keluarga," ujarnya

Rasa syukur juga diungkapkan Salma, perempuan berkulit putih yang berusia di kisaran tiga puluh tahun itu mengaku sejak adanya budidaya hutan mangrove perekonomian keluarganya meningkat. Ia berjualan tepat di sisi kiri pintu masuk jembatan pelangi.

“Jika hari libur ramai, saya biasa jualan gorengan. Saya baru tiga bulanan jualan dan hasilnya bisa diandalkan,” katanya sambil bersandar di pembatasan jembatan.

Salma berharap agar fasilitas hutan mangrove bisa lebih ditingkatkan lagi. Apalagi yang datang bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga dari mancanegara. Harapan Salma, Izwar, dan Mekail sepertinya akan terwujud karena Saraba selaku pengelola dan inisiator konservasi hutan mangrove Lantebung sedang merencanakan pembangunan jembatan di tengah-tengah hutan mangrove sehingga pengunjung bisa lebih nyaman menikmati mangrove dan cericit burung.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: