Banjir Kalsel, Akumulasi Kerusakan Lingkungan

Klikhijau.com - Awal tahun 2021 menjadi sejarah yang mencekam untuk warga Kalimantan Selatan (Kalsel). Provinsi yang memiliki 11 kabupaten dan 2 kota tersebut, semua wilayahnya terdampak banjir. Ti...

Banjir Kalsel, Akumulasi Kerusakan Lingkungan
Bacakan Artikel

[irp]

Pertama, rehabilitasi hutan. KLHK menyebut luas hutan alam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito mengalami penurunan sebanyak 55.5% selama kurun waktu 1990 โ€“ 2000. Terbayang โ€˜kan jika saat ini angka tersebut kemungkinan meningkat? Sangat jelas jika resapan air semakin berkurang.

Kedua, kampanye melestarikan lingkungan oleh para pejabat daerah. Menjaga lingkungan adalah sikap. Memulainya perlu diinisiasi oleh para pejabat daerah sehingga aksi menjaga kelestarian hidup menjadi habit. Misalnya dengan mendisiplinkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pembangunan daerah tidak semata-mata tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi dan bisnis, tetapi juga terkait dengan tata kelola lingkungan sehingga warga dapat merasakan kenyamanan dan keamanan berada di wilayahnya.

Ketiga, pemerintah perlu mengevaluasi pemberian izin tambang dan perkebunan kelapa sawit. Jika ada terbukti operasi pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang memicu terjadinya banjir, maka perlu tegas untuk mencabut izinnya. Alih fungsi lahan secara terus-menerus membuat infrastruktur ekologis sudah tidak memadai untuk menampung air dalam debit yang sangat tinggi.

Keempat, rancang tata kelola ruang perlu diperbaiki. Perhatikan drainase, keberadaan taman kota, Taman Hutan Raya, dan lain-lain yang berkaitan. Kawasan padat penduduk dan pasar juga perlu ditertibkan. Ciptakan Kalimantan Selatan yang indah.

Kelima, siap dan tanggap bencana. Bukan berarti siap untuk banjir lagi, melainkan waspada jika suatu saat akan terjadi banjir lagi. Berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa Kalimantan Selatan adalah wilayah yang beresiko banjir. Maka siapapun yang akan menjadi pemimpin daerahnya, setidaknya sigap dalam merespon dan menanggulangi banjir. Jangan sampai Kalsel menderita bencana ekologis lagi.

Keenam, tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur secara fisik, pemerintah juga perlu mendampingi warga dengan program pemulihan psikologis pasca banjir. Sebab banjir besar ini sedikit banyak telah memberikan pengalaman traumatis tersendiri bagi warga.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: