Memikirkan Ulang Penanganan Limbah Masker yang Bersumber dari Rumah Tangga

Klikhijau.com – Limbah masker yang bersumber dari rumah tangga meningkat tajam selama pandemi. Laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menunjukkan ada sekira 1,5 ton limbah masker dari rumah...

Memikirkan Ulang Penanganan Limbah Masker yang Bersumber dari Rumah Tangga
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Limbah masker yang bersumber dari rumah tangga meningkat tajam selama pandemi. Laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menunjukkan ada sekira 1,5 ton limbah masker dari rumah tangga yang dikumpulkan selama periode April hingga Desember 2020.

DLH Jakarta berupaya melakukan penanganan khusus pada limbah masker karena termasuk limbah infeksius yang juga berpotensi memperluas penularan Covid-19.

"Jakarta sudah melakukan penanganan limbah infeksius dari rumah tangga secara rutin hingga saat ini. Ini dilakukan agar limbah infeksius bisa ditangani dengan baik dan menghindari potensi penularan COVID-19," kata Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan sebagaimana dilansir Detik (27/1/2021).

Menurutnya, petugas kebersihan di DKI Jakarta sejauh ini telah melakukan pemilahan sampah masker dari rumah tangga.

Yogi menegaskan, pihaknya melakukan pemilahan khusus untuk limbah masker yang dikumpulkan dari rumah tangga di Jakarta. Lalu, mereka bekerjasama dengan pengelola limbah B3 untuk dilakukan pemusnahan.

"Masker bekas tergolong limbah infeksius, Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan pihak pengolah limbah B3 untuk pemusnahannya, dengan cara diinsinerasi," jelas Yogi.

[irp]

Masker sekali pakai meningkat

Tindakan preventif yang dilakukan DLH Jakarta adalah suatu tindakan tepat untuk merespons massifnya pemakaian masker sekali pakai saat ini.

Faktanya, data riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan adanya peningkatan pelepasan sampah yang masuk ke Teluk Jakarta selama pandemi.

Dilansir Detik.com (1/1/2021), berdasarkan temuan LIPI, sampah yang banyak terbuang ke laut didominasi oleh tujuh jenis sampah medis baru saat ini antara lain masker kain, masker scuba, masker medis N95, sarung tangan, hazmat, faceshield hingga jas hujan pengganti hazmat.

Data ini menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang lalai dalam menangani sampah infeksius terutama masker. Bila tidak diantisipasi, penanganan sampah masker bisa jadi masalah baru, terutama di daerah-daerah yang tidak punya regulasi khusus untuk pemilahan sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2