Bahu Hujan

Bahu Hujan   Aku mengenangmu sebagaimana kau dulu bersandar pada senja dan hujan rintik-rintik Lemparkan jaring kesedihan pada mata samuderaku yang tiada dasar Cahaya meringkusmu dalam tu...

Bahu Hujan
Bacakan Artikel

Bahu Hujan


 

Aku mengenangmu sebagaimana kau dulu bersandar pada senja dan hujan rintik-rintik
Lemparkan jaring kesedihan pada mata samuderaku yang tiada dasar

Cahaya meringkusmu dalam tubuh perempuan
Bukit-bukit hijau tampak bagai dunia yang terbentang pasrah

Aku laiknya terowongan
Burung-burung menghindar dariku
Lalu malam membanjiriku dengan segala rahasia kegelapan

Demi bertahan hidup, aku tak pernah selesai memandangmu sebagai semesta. Tempat bertumbuh beburung, tumbuhan, serangga dan mimpi-mimpi

Sekali waktu aku ingin berbicara kepadamu
Maka kau harus mendengarkan
Mengawasi kata-kataku yang memanjat dari luka lama yang selalu bertunas hijau saat kena hujan senja

Kita bahkan belum kehilangan apa-apa
Meski senja telah berpamitan dari permainan masa kecil

Sekonyong-konyong angin menderu, memukul-mukul seluruh ingatanku
Kurasa aku melihat hujan melepas bajunya satu demi satu; telanjang

Dan kita basah kuyup. Berkejaran dalam banjir dan tanah longsor.
Bahu hujan terasa kokoh, bahu membahu merampas napas dari kehidupan

Mei 2024

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2