Bagaimana Tanaman Mendengarkan Kita?

Klikhijau.com – Di kelas pembelajaran, seorang mahasiswa berkisah. Pernah suatu waktu ia melakukan eksperimen sederhana terhadap tanaman. Ia bermaksud menguji pernyataan yang pernah didengarnya bahwa...

Bagaimana Tanaman Mendengarkan Kita?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Di kelas pembelajaran, seorang mahasiswa berkisah. Pernah suatu waktu ia melakukan eksperimen sederhana terhadap tanaman. Ia bermaksud menguji pernyataan yang pernah didengarnya bahwa tanaman dapat diajak berkomunikasi layaknya manusia.

Apa ia? Ada dua tanaman (spesies sama) dirawatnya. Setiap hari, satu diantara tanaman itu diajaknya berbicara—sedangkan satunya dicuekin. Satunya ditemani bercanda, bahkan curhat, tak jarang didoakan. Tanaman satunya, dibiarkan saja.

Setiap hari begitu, pagi, siang dan malam. Apa yang terjadi setelah berhari-hari bahkan berminggu-minggu usai sang mahasiswa melakukan eksperimen sederhana ini?

Tanaman yang intens diajak komunikasi tumbuh subur dan segar. Sedangkan, tanaman satunya perlahan layu bahkan mati. Padahal, kedua tanaman diperlakukan sama dalam hal perawatan fisik. Sama-sama disiram air dan ditanam dengan tanah subur bahkan diberi nutrisi yang sama.

Dari eksperimen ini, sang mahasiswa sungguh terkejut. Ini ajaib, katanya. Ia pun percaya bahwa tanaman mendengarkan Bahasa manusia. Tanaman dapat merespons kata-kata dan Bahasa hati manusia. Berbicara dengan intens pada tanaman dapat mendorong pertumbuhan tanaman lebih baik. Karenanya, sang mahasiswa itu menyarankan pentingnya mengajak tanaman kesayangan berkomunikasi sebagai bagian dari skema perawatannya.

Bagaimana menurut Anda? Kesimpulan subjektif semacam ini memang tidak serta-merta bisa diterima bagi banyak orang. Mendengar cerita ini, beberapa mahasiswa lain di kelas pembelajaran masih tertegun. Ada yang percaya, namun tak sedikit yang menganggapnya omong kosong.

“Boleh jadi benar, tanaman dapat mendengarkan kata-kata manusia,” begitu kira-kira asumsi kita atas pendapat ini. “Namun, bagaimana membuktikannya lebih lanjut agar meyakinkan nalar kita?”

Tampaknya, betapapun kita meyakini bahwa tanaman dapat merespons Bahasa manusia, pendapat sebaliknya pun tetap saja menguat. Karenanya, pemahaman bahwa tanaman dapat merespons manusia selamanya jadi persepsi kontroversial. Banyak ilmuan terus bekerja melakukan penelitian demi membuktikannya. Tidak sedikit ilmuan lebih dulu menolak premis ini dan menyimpulkan bahwa tanaman tidak dapat merespons Bahasa manusia.

Suara misterius dari tanaman

Berulang kali, cerita-cerita serupa dikisahkan banyak orang. Lusinan laporan jurnalistik mengetengahkan perkara ini dengan mengacu pada penelitian-penelitian sederhana. Sebagian lagi membangun keyakinan dari percobaan pribadi dan menemukan fakta bahwa tanaman itu mendengarkan bahkan bisa menjawab Bahasa manusia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2