Bagaimana Bisa Energi Terbarukan Jadi Ancaman Populasi Burung?

Klikhijau.com – Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dianggap penting dalam transisi energi. Sebagai bagian penting melawan perubahan iklim. Banyak dampak positif yang dibawanya. Meski begitu, ada pula...

Bagaimana Bisa Energi Terbarukan Jadi Ancaman Populasi Burung?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dianggap penting dalam transisi energi. Sebagai bagian penting melawan perubahan iklim.

Banyak dampak positif yang dibawanya. Meski begitu, ada pula dampak negatifnya. Burung dilaporkan menjadi satwa yang mendapat dampak negatif paling signifikan.

Secara mengejutkan EBT dianggap bertanggungjawab terhadap penurunan populasi burung di seluruh dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh para ilmuwan di Universitas Florida. Mereka menganalisis bulu burung yang mati untuk menjelaskan masalah tersebut.

Dilansr dari Earth bahwa fasilitas energi terbarukan, meski ramah lingkungan, menimbulkan risiko besar bagi burung. Turbin angin, panel surya, dan pembangkit listrik tenaga surya terkonsentrasi telah dikaitkan dengan kematian burung.

Burung sering kali bertabrakan dengan turbin angin, salah mengira panel surya sebagai badan air, atau hangus karena pembangkit listrik tenaga surya.

Meskipun kematian akibat hal ini lebih jarang terjadi dibandingkan kematian yang disebabkan oleh kucing peliharaan atau tabrakan bangunan. Menurut para peneliti, kebutuhan untuk mengatasi masalah ini sangatlah mendesak.

Profesor Hannah Vander Zanden dari  Universitas Florida mengatakan bahwa kematian burung telah menjadi konsekuensi yang tidak disengaja dari pengembangan energi terbarukan.

“Jika kita ingin meminimalkan atau bahkan mengimbangi kematian ini, terutama bagi populasi rentan, kita perlu mengidentifikasi asal geografis burung yang terkena dampak. Dengan kata lain, apakah burung-burung yang mati itu berasal dari daerah setempat atau berasal dari wilayah lain di Amerika Utara?,” katanya, dinukil dari Earth.


Profesor Vander Zanden dan timnya menganalisis data isotop hidrogen stabil dari bulu 871 individu burung dari 24 spesies yang ditemukan mati di fasilitas energi surya dan angin California.

Analisis tersebut, berdasarkan penanda alami pada bulu yang terkait dengan air yang dikonsumsi burung, memungkinkan para peneliti melacak asal geografis burung tersebut.

Dari wilayah geografis yang luas

Studi tersebut mengungkapkan bahwa burung-burung yang dibunuh di fasilitas-fasilitas ini berasal dari wilayah geografis yang luas di seluruh benua, baik burung lokal maupun non-lokal terwakili.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2