Bagaimana Bisa Energi Terbarukan Jadi Ancaman Populasi Burung?

Klikhijau.com – Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dianggap penting dalam transisi energi. Sebagai bagian penting melawan perubahan iklim. Banyak dampak positif yang dibawanya. Meski begitu, ada pula...

Bagaimana Bisa Energi Terbarukan Jadi Ancaman Populasi Burung?
Bacakan Artikel

Di fasilitas tenaga surya, sebagian besar burung yang mati adalah burung non-lokal, dengan puncak kematian selama periode migrasi pada bulan April, dan dari bulan September hingga Oktober.

Persentase burung migran yang ditemukan di fasilitas pembangkit listrik tenaga angin hampir menyamai persentase burung lokal, yaitu 51%, kata Vander Zanden.

“Data semacam ini dapat membantu memberi informasi kepada kita tentang strategi terbaik yang dapat digunakan untuk meminimalkan atau memitigasi korban jiwa. Misalnya, manajemen fasilitas dapat bekerja sama dengan para pegiat konservasi untuk memperbaiki habitat lokal guna membantu melindungi burung-burung lokal atau meningkatkan bagian lain dari wilayah jelajah spesies tempat asal burung-burung yang bermigrasi.”

“Dengan penanda ini, kami dapat menentukan apakah burung tersebut merupakan burung lokal atau bermigrasi dari tempat lain,” jelasnya.

Studi ini tidak hanya menyoroti tantangan energi terbarukan terhadap populasi burung, tetapi juga menggarisbawahi nilai data isotop stabil dalam memahami dan memprediksi tren populasi burung di masa depan.

Metode non-invasif dalam mempelajari sisa-sisa hewan ini memberikan informasi penting untuk upaya konservasi.

“Mempelajari sisa-sisa hewan adalah pendekatan non-invasif untuk mendapatkan informasi yang sulit dilacak dan diterapkan pada konservasi,” kata Profesor Vander Zanden. “Ini cara yang bagus untuk memahami misteri tentang hewan,” lanjut peneliti utama di Lab Migrasi dan Ekologi Hewan UF itu.

Selain fasilitas energi baru terbarukan. Penurunan populasi burung juga disebabkan oleh banyak faktor. Untuk lebih jelasnya banyak INI

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2