Ada Apa di Balik Proyek Kalung Eucalyptus Kementan dan Klaim Antivirus Corona?

Klikhijau.com - Saat semua disibukkan upaya penanganan pendemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuat pernyataan kontrovesrial dengan menciptakan...

Ada Apa di Balik Proyek Kalung Eucalyptus Kementan dan Klaim Antivirus Corona?
Bacakan Artikel

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bahan yang dipakai untuk โ€˜kalung antivirusโ€™ berupa ekstrak kayu putih (eucalyptus) memang berkhasiat meredakan flu dan mempunyai banyak manfaat.

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, minyak eucalyptus dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today.

Para peneliti menemukan bahwa eucalyptol meningkatkan respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen. Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun menelan dan menghancurkan partikel asing seperti bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya.

[irp]

Selama bertahun-tahun, minyak eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat untuk meredakan batuk. Kandungan aktif antibakteri, virus, dan jamur bertindak sebagai ekspektoran untuk mengencerkan lendir.

Bahkan beberapa orang dengan kondisi asma yang parah dapat menurunkan dosis steroidasinya jika mereka menggunakan terapi eucalyptol.

Masyarakat Indonesia sering menghirup dan mengoles minyak kayu putih untuk meringankan gejala pusing dan sakit kepala. Ternyata metode pengobatan rumahan ini tidak sepenuhnya salah, sebab menghirup minyak kayu putih dapat mengurangi rasa sakit.

Senyawa anti-inflamasi dalam eucalyptus, seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit, merujuk National Library of Medicine.

Eucalyptus merupakan bahan umum yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang bisa mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: