Memecah Hujan Makassar dengan Green SM: Pengalaman Perdana Menjajal Taksi Listrik Asal Vietnam

oleh -18 kali dilihat
Mobil Green SM -foto/Ist

Klikhijau.comHujan di Makassar selalu punya cara sendiri untuk menciptakan suasana. Terkadang romantis, tapi lebih sering membuat kita bingung mencari tumpangan. Pada Kamis, 15 Januari 2026, di tengah rintik yang cukup deras, saya berkesempatan mencoba moda transportasi online asal Vietnam yang baru saja mengaspal di Kota Daeng: Green SM (sebelumnya dikenal sebagai Xanh SM).

‎Rasa penasaran membawa jempol saya menelusuri aplikasi Green SM. Proses instalasinya tergolong cepat dengan antarmuka yang terasa segar. Dominasi warna cyan—perpaduan antara hijau dan biru toska—memberikan kesan tenang di tengah cuaca mendung.

‎Warna ikonik ini bukan tanpa alasan; ia melambangkan identitas merek yang ramah lingkungan dan inovatif. Sebagai bagian dari Vingroup milik pebisnis Vietnam, Pham Nhat Vuong, Green SM menggunakan 100% armada mobil listrik VinFast. Di Indonesia, layanan ini dioperasikan oleh PT Karm SM Green Taxi Xanh and Smart Mobility Indonesia, yang mulai berekspansi ke Makassar sejak September 2025.

KLIK INI:  PT PLN Jadi Pionir Terbentuknya Rantai Pasok Kebutuhan Hidrogen Hijau

Menunggu tumpangan saat hujan biasanya menjadi ujian kesabaran. Namun, ada kepuasan tersendiri melihat ikon mobil cyan di peta aplikasi bergerak mendekat menuju lokasi saya di Jalan Perintis Kemerdekaan.

‎Ketika mobil tiba, bodinya tampak mencolok di atas aspal basah. Masuk ke dalam kabin, saya disambut interior yang bersih dan aroma segar sebuah pelarian sempurna dari udara lembap di luar. Pengalaman berkendara ini terasa berbeda. Sebagai mobil listrik, suaranya sangat hening menghadirkan ketenangan, memberikan kenyamanan di tengah hiruk-pikuk jalanan.

‎Kabin Luas, ruang kaki yang lega dan kursi yang nyaman membuat perjalanan sepanjang 3 kilometer menuju kantor terasa singkat. Kabin mobil memang lega, tidak ada bau asap rokok maupun bahan bakar, hanya aroma menyegarkan yang terjaga baik.

KLIK INI:  Tentang Tanaman Hias Anthurium dan Keunikannya

‎Sopir yang menjemput saya, Bapak Abd. Muqsith Mansyur, menunjukkan keramahan tipikal orang Makassar yang sangat profesional. Ia sangat responsif, mulai dari menyesuaikan suhu AC hingga berbagi cerita tentang layanan ini.

‎”Naik Green SM itu dijamin tidak ada ‘drama korea’,” seloroh saya dalam hati. Kualitas layanannya terasa premium, bahkan menyerupai kenyamanan mobil mewah ala limosin. Hal yang paling menenangkan adalah performa teknisnya, mobil listrik ini menembus hujan deras dengan stabil tanpa kekhawatiran akan kendala kelistrikan (korsleting), sehingga saya tetap sampai di kantor tepat waktu di jam sibuk.

‎Dalam obrolan kami, Pak Muqsith mengungkapkan bahwa mayoritas pelanggan di Makassar mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga profesional memberikan tanggapan positif. Kata-kata seperti “modern”, “halus”, dan “aman” sering muncul dalam testimoni mereka.

‎Namun, sebagai layanan yang relatif baru, tantangan tentu ada. Keluhan pelanggan biasanya berkisar pada keterlambatan armada yang disebabkan oleh jumlah unit yang masih terbatas di Makassar. Hal ini menjadi catatan bagi manajemen untuk terus menambah unit seiring meningkatnya minat masyarakat.

KLIK INI:  Seorang Ibu Dapat Menularkan Plastik ke Bayinya yang Belum Lahir, Benarkah?

Solusi Hijau untuk Kota Daeng

‎Kehadiran Green SM bukan sekadar persaingan harga di industri ride-hailing. Ini adalah langkah konkret menuju udara Makassar yang lebih bersih. Di tengah tantangan polusi dan kemacetan, pilihan transportasi bebas emisi adalah opsi yang sangat tepat.

‎Layanan ini membuktikan bahwa konsep ramah lingkungan tidak harus mengorbankan kualitas atau biaya. Dengan harga yang tetap terjangkau, penumpang bisa berkontribusi pada lingkungan sambil menikmati kenyamanan kelas atas.

Pada akhirnya, kehadiran Green SM membawa angin segar bagi warga Makassar. Ia siap menjadi sahabat baru untuk menembus kemacetan, baik di saat terik maupun hujan. Sebagai pengguna, saya berharap kualitas layanan, kebersihan kabin, dan profesionalisme driver ini tetap terjaga konsistensinya di masa depan.

KLIK INI:  Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Daerah, BMKG Imbau Tetap Waspada Jalani Libur Nataru