5 Fakta Menarik dari Festival Lingkungan yang Digelar P3E Suma KLHK

Klikhijau.com – Festival lingkungan dengan tema “Enjoy Life with Ecolife” yang digelar Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) KLHK berlangsung meriah di SMA 14 Makassa...

5 Fakta Menarik dari Festival Lingkungan yang Digelar P3E Suma KLHK
Bacakan Artikel

[irp]



  1. Mayoritas peserta lomba adalah perempuan



Hal menarik pertama dari kegiatan ini adalah mayoritas utusan siswa untuk 3 kategori perlombaan adalah perempuan. Bahkan untuk kategori lomba penulisan esai, 6 finalis terpilih semuanya adalah perempuan.


  1. Antusia penonton luar biasa



Perlombaan digelar oleh panitia secara paralel di satu waktu bersamaan. Namun, ada dua sesi perlombaan yang sangat menyita perhatian yakni lomba baca puisi dan lomba pidato. Pada kedua perlombaan ini, para penonton yang juga adalah peserta dan guru pendamping sangat antusias menyimak penampilan peserta.


  1. Sesi final peserta di panggung utama



Meski digelar secara paralel, ada sesi khusus dimana para peserta dikumpulkan di satu panggung. Dengan demikian ada 120 orang peserta plus 40 guru pendamping yang fokusnya ke sesi final. Suasana final sangat menggembirakan disertai sorak-sorak dukungan dari penonton. Ada 18 peserta yang lolos finalis yang diminta tampil kembali di panggung untuk menentukan peringkat juara 1 hingga 6.


  1. Puisi pilihan



Hal menarik lainnya pada lomba ini adalah di babak penyisihan, para siswa diminta membacakan satu puisi pilihan yang dipilih bebas. Puisi pilihan tersebut wajib memiliki relevansi dengan masalah lingkungan hidup dan kehutanan. Menariknya, mayoritas peserta yang tampil memilih sajak-sajak penyair kawakan seperti Taufiq Ismail dan Sutardji Calzoum Bachri. Adapun puisi dari penyair asal Makassar yang dibacakan antara lain sajak karya Aan Mansyur dan Aspar Paturusi.


  1. Kualitas peserta yang memukau



Dari diskusi dengan para dewan juri pada 3 kategori lomba, ada dua sesi lomba yang benar-benar mengejutkan yakni lomba pidato berbahasa inggris dan lomba menulis esai. Dewan Juri pada lomba pidato bahkan mengakui kualitas para siswa di atas rata-rata. Para siswa juga umumnya punya pandangan kritis terhadap isu-isu lingkungan seperti isu perubahan iklim dan masalah sampah. Kualitas peserta pada sesi lomba menulis esai juga mengejutkan dewan Juri. Esai sejumlah peserta sangat baik dan terlihat sudah terbiasa menulis. Kualitas peserta juga tampak pada sesi pembacaan puisi, meski Juri mengakui tidak ada satu peserta yang sangat menonjol pada lomba puisi.

Demikianlah 5 fakta menarik dari festival lingkungan yang digelas P3E Suma KLHK, semoga festival di masa mendatang dapat digelar lebih meriah lagi!

[irp

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2