10 Perempuan Pejuang Lingkungan Paling Inspiratif Versi Klikhijau

Klikhijau.com โ€“ Perempuan pejuang lingkungan terus bertumbuh di berbagai tempat dengan beragam aksi, pemikiran maupun inovasi. Hal ini menunjukkan betapa kaum perempuan memiliki peran penting dalam ke...

10 Perempuan Pejuang Lingkungan Paling Inspiratif Versi Klikhijau
Bacakan Artikel

Nama lengkapnya Tini Kasmawati, seorang perempuan yang berasal dari Kampung Cimaranginan, Desa Lengkong, Lengkong, Sukabumi, Jawa Barat. Tini, sapaan akrabnya memiliki keterbatasan tidak dapat melihat atau tuna netra.

Meski begitu, dia tidak buta untuk menjaga primata langka Owa Jawa. Ia tak ingin generasi yang akan datang hanya dapat mendengar cerita tentang Owa Jawa. Tini sejak tahun 2014 seorang diri menjadi penjaga dan pemerhati Owa Jawa kesayangannya yang masih bergelayut manja di Hutan Lekong.

Perjuangan seorang Tini layak menginspirasi perempuan Indonesia. Untuk profil lengkap tentang Tini lihat DI SINI.

3. Dokter Mawar, dokter inspiratif

[caption id="attachment_1519" align="alignnone" width="800"]Dokter Mawar, Menerima Bayaran Pasien dengan Sampah Dokter Mawar bersama suaminya H. Saprullah[/caption]

Pada umumnya profesi dokter berurusan dengan pasien dan rumah sakit. Profesi ini biasanya diasosiasikan โ€œeksklusifโ€, karena berpenghasilan tinggi dan sangat terhormat. Namun, apa jadinya bila ada seorang dokter yang separuh aktivitasnya juga terjung ke ruang sosial dan mengurusi sampah?

Namanya dokter Mawarti Arumi (53), lebih akrab disapa dengan dokter Mawar. Di samping profesinya sebagai dokter, ia juga mendirikan bank sampah dan membangun komunitas untuk para Lansia di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Untuk profil lengkap dari perempuan pejuang lingkungan ini, baca DI SINI.

[irp]

4. Fitriyanti Assah, Pejuang daur ulang dari Palu

[caption id="attachment_11614" align="alignnone" width="640"]perempuan Ibu Fitriyanti berfose di galeri karya kreasi daur ulang di Palu. Foto: Ist[/caption]

Perempuan ini adalah seorang ibu rumah tangga asal Palu Sulawesi Tengah bernama Fitriyanti Assah (45). Bu fitri (sapaan akrabnya) cukup intens membagikan foto-foto hasil buah tangannya ke sosial media.

Karya andalannya adalah bros jilbab yang dibuat murni dari daur ulang sampah. Boneka dari botol plastik, bunga-bunga indah dari kantong kresek, celengan, tempat pensil dan masih banyak lagi. Sesama pengkreasi di grup KDUID, mereka juga saling mengapresiasi dan berbagi cerita.

Fitrianti Assah berjuang kampanyekan daur ulang dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di Palu. Profil lengkap tentang Fitriyanti baca DI SINI.

5. Fitria Sri Handayani, Pejuang Karhutla

[caption id="attachment_4059" align="alignnone" width="650"]Fitria Sri Handayani Fitria Sri Handayani[/caption]

Kiprah perempuan dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mewarnai gaung Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Manggala Agni, di Indonesia melibatkan sejumlah perempuan dalam keanggotaannya.

[irp]

Fitria Sri Handayani (29), perempuan yang biasa dipanggil Ria adalah salah seorang anggota Manggala Agni โ€“ Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK. Ria bertugas di Daerah Operasional Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 2008.

Perempuan yang akrab dipanggil Ria ini awalnya ditempatkan sebagai tenaga kesekretariatan hingga tahun 2014. Setelah itu selama tiga tahun menjadi pengolah data sistem pendeteksi cuaca dan kebakaran. Ria dipercaya menjadi pendamping desa pada Kelompok Kerja Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: