Ziarah Plastik, Tradisi Baru Saat Lebaran

Klikhijau.com –  Lebaran telah menciptakan tradisi tersendiri di masyarakat. Tradisi itulah yang membuatnya kian semarak dan dirindukan. Salah satu tradisi yang tetap terpelihara dengan baik adalah...

Ziarah Plastik, Tradisi Baru Saat Lebaran
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com –  Lebaran telah menciptakan tradisi tersendiri di masyarakat. Tradisi itulah yang membuatnya kian semarak dan dirindukan.

Salah satu tradisi yang tetap terpelihara dengan baik adalah ziarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ziarah berarti kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam dan sebagainya).

Dan lebaran identik dengan ziarah. Setidaknya ada dua jenis ziarah yang sering dilakukan masyarakat, yakni ziarah kubur dan  ziarah ke rumah kerabat atau teman.

Ziarah jenis kedua sebenarnya lebih tepat dikatakan bertamu atau berkunjung. Tapi, khusus dalam suasana lebaran, masyarakat lebih senang memakai kata ziarah. Dan menurut saya itu tidak salah. Bukankah rumah adalah tempat yang mulia?.

Upaya berziarah ke rumah kerabat atau teman merupakan satu usaha merawat silaturahmi agar tetap erat.

Pada saat kunjungan itu, biasanya tamu akan disuguhi makanan dan minuman. Keduanya memang satu paket. Di mana ada makanan di situ ada minuman.

Suguhan air mineral kemasan

Namun, beberapa tahun belakang ini. Ada hal baru saat menjamu tamu di lebaran. Tuan rumah biasanya tidak lagi menyuguhkan tamunya minuman yang dituang ke dalam gelas kaca. Tapi, disuguhi air mineral kemasan.

Hal ini telah menjadi “tradisi” baru, termasuk di kampung saya. Padahal jauh sebelum air mineral kemasan menjadi magnet bagi masyarakat. Setiap tamu akan disuguhi dengan air yang telah dimasak lalu dituang ke dalam gelas.

Namun, semenjak banyak perusahaan memproduksi air mineral kemasan berbungkus plastik. Tradisi itu tergerus berganti “ziarah plastik.”

Harus diakui, menggunakan air mineral kemasan lebih instan, lebih cepat, dan hemat tenaga. Tidak perlu lagi memasak air dan mencuci gelas. Air gelas kemasan, setelah terpakai bisa langsung dibuang beserta sedotannya (pipet).

Sebenarnya bukan hanya saat lebaran hal ini terjadi. Setiap ada pesta pun yang punya hajatan akan lebih memilih air kemasan daripada memasak air sendiri.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2